ArtikelArtikel

Virtual Leadership: Memimpin Tim dari Rumah

Ramadan Guru Nusantara edisi ke 12 di hari ke 11 Ramadan menghadirkan kajian dengan tema kepemimpinan untuk mengupgrade skill leadership para guru pemimpin se Nusantara. Di tengah tantangan pandemi Covid-19 pemimpin harus mampu memimpin timnya secara jarak jauh. Topik Virtual Leadership: Memimpin Tim dari Rumah dibawakan oleh Guru Dena Fadlillah, aktvis Sekolah Guru Indonesia yang kini menjadi kepala Cabang PPPA Darul Quran Bandung.

Melalui live streaming facebook Sekolah Guru Indonesia beliau menyampaikan bahwa ketika cobaan datang, jiwa seorang pemimpin tidak akan mundur dan menyerah, tetapi justru mencarikan solusi terbaik untuk melewati cobaan tersebut. Karena Ia mengetahui bahwa cobaan itu akan menjadikan Ia lebih baik dan lebih kuat lagi. Ada lima tips memimpin tim dari rumah yang beliau paparkan yaitu: 1) Tampil di depan, 2) Fokus pada tujuan, 3) Kreatif, 4) Memotivasi tim, dan 5) Komunikasi.

Tips yang pertama adalah pemimpin sejati harus mampu tampil di depan memimpin adaptasi organisasi di tengah tantangan covid-19. Di masa pendemi, pemimpin harus tetap fokus kepada tujuan lembaga dengan melakukan berbagai penyesuaian cara kerja salah satunya adalah menetapkan kebijakan untuk tim bekerja dari rumah dengan targetan kerja atau job description dengan jam kerja sesuai dengan jam kantor, misalnya 8-9 jam sehari pukul 08.00-17.00. Agar tim memahami dan betul betul melaksanakan jobdesknya, mulailah dengan memberikan tanggungjawab jobdesk kepada mereka. Tugas dan tanggungjawab itu beda, setiap manusia punya naluri untuk menyelesaikan tanggungjawab yang mereka emban. Apabila tim belum paham cobalah jelaskanlah lebih detail, apabila belum paham juga contohkanlah, dan do’akan mereka agar mampu menyelesaikannya dengan baik. Kemudian buatlah sistem yang baik agar tim mengetahui alur kerja. Serta lakukanlah monitoring harian, mingguan, dan bulanan terhadap jobdesk setiap anggota tim kita.

Tips yang ketiga adalah pemimpin harus kreatif. Jiwa pemimpin sejati harus siap dengan berbagai tantangan, harus tau arah dan tujuan organisasi, apabila program reguler tidak bisa seutuhnya dilakukan dimasa pandemik, maka pemimpin harus kreatif memunculkan ide program bermanfaat yang bisa di lakukan di masa pandemi. Dalam memunculkan ide, pemimpin jangan berpikir sendiri tapi berfikirlah bersama tim, buat hal-hal baru yang menunjang tujuan dan memunculkan peluang.

Tips yang ke empat adalah pupuk semangat dan daya juang tim. Tentu saja tim kita bukan robot, sehingga kita tidak hanya memberikan targetan dan memonitoring, namun kita harus memberikan motivasi yang membangkitkan semangat dan daya juang tim. Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani. Seorang pemimpin harus mampu berada di depan untuk menjadi teladan, berada di tengah membaur bersama mereka untuk memberi semangat, dan terkadang memberikan kesempatan kita tampil sedangkan kita cukup mendorong dari belakang. Kemudian apabila anggota tim kita tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik lakukanlah evaluasi sesuai jobdesk dan lakukan coaching. Tanyalah apa kendalanya, apa yang bisa dibantu oleh kita, bantu carikan solusi dari permasalahannya. Apabila dalam kurun waktu tertentu anggota tersebut tidak bisa memperbaiki diri, tidak bisa menyelesaikan tugas dengan baik dan menghambat tujuan organisasi, maka kita bisa switch tugas atau menggantinya dengan karyawan lain sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Tips selanjutnya adalah pemimpin harus mampu membangun komunikasi yang baik. Komunikasi tidak langsung tentu tidak sama dengan komunikasi langsung dimana kita bisa melihat dengan baik intonasi dan mimik wajah tim. Komunikasi secara online memungkinkan terjadi kesalah pahaman atau tidak sampainya tujuan komunikasi, terutama jika komunikasi secara online dilakukan via SMS atau chat dengan proses tanya jawab yang singkat tanpa menghadirkan intonasi dan mimik wajah yang mewakili keadaan komunikan dan komunikator. Sehingga, pemimpin harus bisa membangun komunikasi meskipun tidak langsung namun tetap meghadirkan suasana komunikasi secara langsung, misalnya apabila chating ditambahkan dengan emotikon yang mewakili maksud komunikasi, lebih baik lagi jika video call. Pemimpin juga harus membangun komunikasi yang transparan dan terbuka sehingga anggota tim paham apa yang kita rasakan. Jangan penah malu untuk mengungkapkan kata maaf, tolong dan terimakasih kepada mereka. Dalam dinamika berorganisasi, seorang pemimpin sejatii harus bisa menelurkan pemimpin, oleh karenanya berikanlah kesempatan anggota tim untuk memimpin agenda bersama karena seorang pemimpin sejati harus bisa memimpin dan bisa dipimpin.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel