ArtikelInformasi

Kick Off Program Akademi Guru Pemimpin (AGP) Sekolah Guru Indonesia

Sabtu, 28 Agustus 2021 Sekolah Guru Indonesia (SGI) melalui zoom meeting meresmikan program Akademi Guru Pemimpin (AGP). Sebanyak 60 Aktivis SGI dari berbagai Provinsi yang telah melalui tahap perekrutan yang ketat hingga akhirnya lulus menjadi peserta dalam AGP. Acara dimulai pukul 13.30 – 15.15  WIB, dengan rangkaian acara; pembukaan,  tilawah, menyanyikan lagu Indonesia Raya & mars SGI, pembacaan 10 kepemimpinan guru, sambutan, materi dan sesi tanya jawab, doa dan penutup.  Ketua Sekolah Guru Indonesia, Asep Ihsanudin dalam sambutannya menyampaikan harapan dari adanya Akademi Guru Pemimpin, para guru diharapkan mampu; menulis, menjadi konten creator, membuat inovasi, dan tentunya mengisi pelatihan/webinar, dan penokohan. Para aktivis yang dulunya merupakan Junior Trainer (JT), maka AGP menjadi peluang bagi para guru untuk menjadi Senior Trainer (ST) Sekolah Guru Indonesia.

Sambutan Ketua SGI, Guru Asep Ihsanudin

Tak kalah penting dari acara kick off dengan adanya materi “Merawat Kualitas Pembelajaran”  yang dibawakan oleh Guru Agung Pardini, General Manager Sekolah Kepemimpinan Bangsa dengan materi. Dalam paparannya guru Agung menyampaikan “Dengan adanya Akademi Guru Pemimpin (AGP), kita menyiapkan guru yang siap menderita, pemimpin yang siap berkorban untuk mencapai tujuan. Bagi orang yang tidak kuat menderita, tidak mampu bergerak maka AGP menjadi hal yang sulit, dan yang tidak sanggup akan gugur dengan sendirinya”

Pemamparan Materi dari Guru Agung Pardini

“SGI sudah mealukukan kajian, dengan adanya Guru Pemimpin, guru masa lalu berperan sebagai sumber belajar, guru masa kini guru sebagai manager pembelajaran, di masa depan guru tampil sebagai Pemimpin pembelajaran.” Hakikat dari guru pemimpin adalah guru yang siap belajar, guru pembelajar. Ada lima langkah pengelolan pembelajaran; merumuskan pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik, membuat rencana pembelajaran berbentuk modul belajar, menyiapkan kelas koloboratif berbasis ekositem pembelajaran, menguatkan Pendidikan karakter dan keterampilan berpikir, menerapkan model evaluasi yang komprehensif dan partisipatif.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel