ArtikelKisah Inspiratif

Guru Ilman, Guru Pejuang

Hari itu Rabu, 22 April 2020 Jam menunjukkan pukul  04,30 pagi alarm Hp berbunyi dengan deringan Lantunan ayat suci Al-qur`an membangunkanku ,kemudian ku beranjak ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu` setelah itu ku melaksanakan sholat beberapa rakaat lalu kemudian ku buka Al-qur`an untuk menunggu subuh namun sebelum Azan subuh ku teringat hari ini harus pembinaan dan sedikit perjalanan jauh dan jalannya yang jelek untuk aku lewati dengan pelan-pelan dan hati-hati demi Penerima Manfaat Beasiswa cikal aku harus persiapkan bahan-bahan Pembinaan tak lupa aku taruh masker tepat selesai mempersiapkan bahan Azan subuh terdengar…Ku bangunkan istri  dan anak2 untuk sholat subuh berjamaah, usai sholat subuh lanjut buka Al-qur`an sebentar setelah itu  istri berbisik kak kan hari ini kita mau tanam kacang di ladang…waduh dalam hati iya…ya, saya jadi lupa .Melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul  06.00, oke begini sebentar  saya ke ladang sampai jam 07.00 sementara datang yang membantu nanam kemudian setelah itu saya mau pembinaan adik-adik yang dapat besiswa itu kataku pada istri lalu istri sepakat , kemudian saya segera bergegas ke sawah/ladang sesuia perjanjian sama istri,rasanya  sudah lama di sawah/ladang dengan keringat yang bercucuran saya tidak membawa Hp untuk melihat jam kira2 saja saya beranjak pulang eh ternyata sudah pukul 07 lewat sedikit lalu kemudian saya bergegas mandi, setelah itu ku ambil konci sepeda motor untuk dihangatkan sebelum berangkat sembari persiapan pakai baju dan sebagainya lalu kemudian saya berangkat ku melaju kurang lebih 500 meter dari rumah jalan sudah mulai bebatuan untuk menuju rumah Marhanjani. Setelah sampai rumah Marhanjani …Marhanjani sudah siap menunggu karena sebelum pembinaan sudah dikasih tau duluan hari dan tanggalnya … keluarlah Marhanjani dengan berjalan sedikit aneh… setelah saya lihat kebawah kakinya Astagfirlahal aziiim kataku ..langsung tanya Kenapa…? Ada apa dengan kakimu….saya kaget setelah diceritakan ,neneknya yang kepingin makan kedondon si Marhanjani yang memanjat pohon kedondong buat neneknya itu tiba-tiba parang buat ngambil buah kedondong  itu jatuh tepat dikaki marhanjani sehingga membuat kakinya sobek sampai kelihatan tulangnya segera neneknya membantu turun dengan hati-hati dan langsung dibawa ke puskesmas terdekat ….begitulah kisah kakinya marhanjani….setelah bercerita kita lanjut untuk pembinaan ya kataku dengan senyum Marhanjani menjawab ya pak Guru katanya…Orang tuamu sehat tanyaku ..Alhamdulillah sehat jawabnya.. tapi orang tuaku semuanya di ladang dan tidak pulang dia menginap saya diam di nenek pak Guru katanya…oooo ya tidak apa-apa yang penting sehat jawabku..sebelumnya kamu harus pake masker ya dan cuci tangan dulu ….kemudian lanjut kita berdo,a . Kemudian saya suruh membaca “RAMADHAN GUIDE BOOK” setelah itu saya bacakan kisah Uwais Al-qarni…dengan hidmat Marhanjani mendengarkan ceritaku….Setelah itu ku jelaskan kesimpulan cerita tersebut hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya…pembinaan sudah hampir 120 menit berjalan kusuruh tanda tangan kehadiran dan tanda tangan Uang sakunya….lalu kemudian yang terakhir kujelaskan tugas-tugas selama Ramadhan berlangsung dan tak lupa ku suruh tulis surat yang berjudul “SURAT CINTA UNTUK ORANG TUAKU” dan setelah jadi nanti bacakan orang tuamu kataku, oo iya pak Guru jawabnya…Oke waktu sudah habis kita berdo`a dulu sebelum kita tutup pembinaan ini seperti biasa kami berdo`a dan tak lupa ucapan terimakasihnya Marhanjani kepada pengelola beasiswa cikal …Alhamdulillah pembinaan di rumah marhanjani selesai….Dalam hati saya tinggal yang jauh sana Rumahnya dibukit gunung saya harus lebih berhati-hati untuk melaju kerumah ALDI dan JOHANDI….Lalu kemudian saya pamit dari rumah Marhanjani untuk melanjutkan pembinaan lagi tak terasa pukul 10 lebih…dengan hati-hati melaju diperjalanan yg begitu mengerikan itu bebatuan,kerikil yang tajam…dalam hati sabar ya motorku saya bawa kamu pelan-pelan kok …ditengah perjalanan ku lewati  tanjakan yang bebatuan pula hampir terperosot …Alhamdulillah selamat, sampailah saya di rumah Johandi Namun Johandinya tidak ada dirumah ketemu sama orang tuanya, Johan mana tanyaku….ooo dia pergi mengembala sapi jawabnya oke sudah saya tunggu dirumah Aldi jawabku, sampai dirumah aldi. Aldipun tidak saya temukan ketemu sama adik-adiknya…waaaaah senangnya bermain…ngomong-ngomong Aldinya mana tanyaku sama adiknya…Ledeeeeeeek panggil adiknya wao..ternyata aldi dipanggil akrab adiknya ketawa dalam hati mendengar adiknya manggil..Datanglah Aldi dari arah Barat….sudah kemana dan lihat Johan tidak disana tanyaku…..ada pak Guru disanaaaaaaaa dibawah jurang itu lagi mengembala sapi dan memancing belut jawabnya Aldi… oke bisa panggil sebentar tidak ..ya..ya pak Guru jawabnya buru-buru sambil berlari kencang agak lama menunggu mereka, sambil  saya bincang-bincang sama adiknya  agak sedikit bosan menunggu tak lama kemudian datang kakak dan ibunya Aldi dari arah barat membawa sedikit hasil panennya…sudah lama pak Guru kata Mereka …tidak baru aja saya jawab walaupun udah lama menunggu…lalu kemudian Aldi datang ..Mana Johan kataku…tidak mau pak Guru jawabnya…astagfirlaahal aziiim kataku sambil mengelus dada  …oke ayo temani pak Guru ke tempat Johan lagi ajak Aldi…Ayo pak Guru dengan semangat Aldi lagi berjalan ketempat yang sudah dilewati tadi Aldi bisa pake motor tidak kesana tanyaku …bisa pak Guru tapi motornya harus bisa terbang candanya Aldi…ah..kamu ini ada aja kataku sambil ketawa…jalan setapak  bagai hutan kiri kanan banyak kayu yang hijau rindang dan lebat..jalannya pun bebatuan ..setelah sampai disana eh..betul Johan sedang senang-senangnya memancing belut….Johan kamu lupa ya hari ini hari rabu pembinaanya kamu…..maaf pak Guru saya kira hari ini hari selasa jawabnya sambil membungkukkan kepalanya..oke ayo pulang dulu sebentar kita pembinaan…lalu kemudian  Johan bergegas mandi dan akhirnya mau setelah saya jemput.

Lagi-lagi kita berjalan sambil memperingati mereka berdua lain kali jangan sampai lupa lagi bila perlu catat di buku pembinaan kalian kataku….mereka berdua serentak menjawab yaaa..pak Guru. Setelah lama jalan ahirnya kita sampai dirumah Aldi sesuai kesepakatan tempat pembinaan, sebelumnya kamu cuci tangan,pakai masker dulu…setelah itu kita mulai pembinaan dengan mengawali berdoa , selanjutnya  kamu baca ini dulu kataku  “RAMADHAN GUIDE BOOK” dengan khusuk mereka membaca ,setelah itu saya bacakan kisah Uwais Al-qarni…dengan hidmat Johan dan Aldi  mendengarkan ceritaku….sama juga seperti yang saya lakukan di rumah Marhanjani.

Setelah itu ku jelaskan kesimpulan cerita tersebut hikmah-hikmah yang terkandung didalamnya…pembinaan sudah hampir  waktu Zuhur berjalan kusuruh tanda tangan kehadiran dan tanda tangan Uang sakunya….lalu kemudian yang terakhir kujelaskan tugas-tugas selama Ramadhan berlangsung dan tak lupa juga  ku suruh tulis surat yang berjudul “SURAT CINTA UNTUK ORANG TUAKU” dan setelah jadi nanti bacakan orang tuamu kataku, oo iya pak Guru jawabnya serentak dan didengarkan juga sama orang tuanya….orang tuanya memberi semangat , naah itu dengarkan apa kata pak Gurumu , jangan nakal rajin-rajinlah kata orang tuanya , sembari saya memberikan saran orang tuanya untuk dibimbing juga dirumah.

Kemudian setelah itu saya tutup dengan sama-sama berdo`a dan saya pamit pulang  sambil memikirkan jalan yang harus saya lewati lagi ..dengan hati-hati pegang setang sepeda motor melaju setelah ku ucapkan terimakasih dan salam kepada mereka tak lupa ku bunyikan klakson motor isyarat saya harus tinggalkan mereka lagi-lagi diperjalanan hampir jatuh namun Allah masih sayang sama saya untuk diselamatkan.

Akhir cerita sampailah saya dirumah tepat pukul 13,00. Ku ambil air wudu` untuk sholat dzuhur kemudian setelah itu makan lalu kemudian tidur rebahkan badan yang masih lesu.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel