Berita

SAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN, SEKOLAH GURU INDONESIA LAUNCHING PROGRAM RAMADHAN GURU NUSANTARA

Launching Ramadhan Guru Nusantara

Sekolah Guru Indonesia melaunching program Ramadhan Guru Nusantara pada Senin, 12 April 2021 dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1442 Hijriyyah. Acara yang digelar secara daring live di facebook dan youtube ini mengangkat karya dan perjuangan guru dalam mengembangkan inovasi pembelajaran saat pandemi bertemakan Teacher Inovation and Collaboration In Pandemic, yang diikuti oleh 150 guru dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ketua Sekolah Guru Indonesia, Asep Ihsanudin dalam sambutannya mengajak para guru untuk memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk tetap produktif sebagai pribadi dan keluarga dalam kaitannya dengan ibadah kepada Allah yang ditingkatkan dari hari biasa, produktif sebagai guru untuk meningkatkan program peningkatan profesi kita. Selain itu program Ramadhan Guru Nusantara ini harapannya menjadi inspirasi guru lain yang mengikuti sharing inovasi belajar guru-guru di program ini.

Inspirasi yang didapatkan dari sharing ini diharapkan menjadi dorongan guru untuk mempersiapkan diri agar terus berupaya memperbaiki pembelajaran saat pandemi dan pasca pandemi, sehingga tidak ada semangat yang turun ketika pandemi selesai bahkan justru lebih ditingkatkan lagi menjadi lebih baik tambahnya. Hal ini menjadi bagian penting dari program yang diselengarakan Sekolah Guru Indonesia untuk terus menebar kebermanfaatan seluas-luasnya.

Selain itu dalam kesempatan launching program ini juga menghadirkan dua guru, yakni:  Guru Arie Wijayanti (Jawa Barat) dan Guru Nurhabibah Pohan (Sumatera Selatan) yang telah menyelesaikan program Kolaborasi Guru Pemimpin sesi 1 dan telah menulis buku tentang kisah inspirasi perjalanan mereka menyelesaikan StartUp Project Leadership dengan berkolaborasi bersama siswa dan orangtua.

Pada kesempatan ini keduanya mempresentasikan mulai dari perencanaan program, pelaksanaan, sampai pada inovasi produk dan program yang dihasilkan serta tindak lanjut berikutnya setelah program selesai. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Guru Arie Wijayanti lebih mengangkat hasil project yang di lakukan bersama siswa dan orangtua dalam bentuk produk yang bisa dikonsumsi dan dipasarkan dikantin sekolah, sedangkan Guru Nurhabibah Pohan lebih mengangkat hasil project pada program kesiswaan yang dapat diterapkan sebagai pembiasaan baik di masyarakat.

Ade Munawar Luthfi/Red

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Berita