ArtikelKisah Inspiratif

Keteduhan Hati Fahri

Saya Guru Nurul, Aktivis Sekolah Guru Indonesia yang kini mengabdi di tanah Sumatera. Mendidik generasi muda adalah panggilan jiwa. Selain mengajar di sekolah, saya terpilih menjadi fasilitator program beasiswa cikal, kerjasama SGI dengan Baitulmal Muamalat. Berbekal keterampilan dan pengetahuan dari Sekolah Guru Indonesia, saya begitu bersyukur dapat membina siswa-siswa marginal agar menjadi pribadi yang berkarakter, terampil, dan optimis meraih mimpi ditengah keterbatasan ekonomi.

Muhammad Fauzil Fahri adalah salah satu binaan saya, penerima manfaat beasiswa cikal yang baru saja lulus di MIS Al Washliyah Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Bungsu dari 4 bersaudara ini tidak seperti anak bungsu kebanyakan, tak pernah ada kata manja dalam kehidupannya. Walaupun mungkin naluri hatinya tetap seperti anak bungsu lainnya, tapi mungkin keadaan yang menempah dirinya menjadi pribadi yang kuat, tegar dan pemberani. Sekilas tentang kehidupannya, ia terlahir dari ayah seorang petani yang hanya memiliki beberapa petak sawah dan ibu seorang tenaga pengajar honor yang belum sertifikasi juga belum selesai menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Syukur Alhamdulillah tahun lalu keluarga mereka mendapatkan bantuan program bedah rumah dari pemerintah setempat, sehingga saat ini rumah yang mereka tempati sudah layak huni.

Sebagai guru di sekolah sekaligus fasilitator yang intens membina Fauzil Fahri, Alhamdulillah saya melihat Fahri lebih bersemangat dalam menjalani kegiatan yang bermanfaat setiap harinya, terlebih selama pembinaan fahri dibekali dengan pendidikan karakter, keterampilan, dan juga pembiasaan kegiatan harian. Menurut cerita ibunya, setiap pagi ia bangun lebih awal agar bisa shalat subuh berjamaah di mesjid. Sambil bersepeda menyusuri dinginnya pagi, ia juga menghampiri rumah teman-temannya yang sudah berjanji padanya untuk mengajak shalat subuh berjamaah. Sepulangnya dari masjid, ia bertugas mengeluarkan ayam-ayam dari kandangnya, memberi makan serta membersihkan kandang ayam tersebut. Dan yang lebih menakjubkan lagi, ayam ini dibeli dengan uang yang ia terima dar beasiswa cikal beberapa bulan lalu. Dan yang paling membuat saya terharu adalah alasannya memelihara ayam tersebut adalah hanya ingin saat awal ramadhan dan saat lebaran idul fitri, ayam tersebut bisa dimasak ibunya dan bisa disantap bersama keluarganya. Hal yang sepele bagi sebagian orang, tapi sangat berarti baginya.

Penugasan pembinaan dan tugas-tugas sekolah yang saya diberikan senantiasa dikerjakannya dengan sungguh-sungguh. Belajar dan mengulang hafalan setiap hari ia laksanakan. Sifatnya yang “ringan tangan” juga membuat banyak para tetangga menyukainya. Ada saja keluarga, tetangga, bahkan saya sendiri yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Membersihkan got, mengangkat pasir, mengangkat batu, membersihkan rumput dan lainnya. Tak pernah diharapkannya berapa yang akan diterimanya. Dan hasil yang didapatkannya tersebut selalu dibagikannya ke kakak, abang dan ibunya atau hanya sekedar membelikan bakso bakar agar bisa dimakan bersama. Seperti saat ia menerima beasiswa pada bulan April lalu, ketika ditanya digunakan untuk apa uang yang didapat bulan ini, ia menjawab akan simpan untuk persiapan ramadhan. Dan ternyata benar, berdasarkan penuturan ibunya setiap sore ketika akan berbuka pasti ia yang akan menyiapkan takjil untuk keluarganya. Sempat dilarang ibunya dengan alasan itu adalah uangnya yang seharusnya digunakan untuk keperluannya, namun ia menjawab “tak apa mak, adek ikhlas, doakan aja rezeki adek banyak ya mak”. Sayu, pilu hati ibunya bercerita, di tengah pendemi begini, keadaan ekonomi keluarganya sangat merosot, tapi beliau tetap bersyukur karena diberikan anak-anak yang pengertian.

Oleh:

Nurul Huda

(Fasilitator Beasiswa Cikal di MIS Al Washliyah Pematang Cermai, Sumatera Utara)

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel