Tangis Bangga Ibunda Fakhri

119

Fakhri Muhammad Al Firdaus, salah satu Penerima Manfaat Beasiswa Cikal yang baru saja lulus SD di SD Pelita Atsiri Permai, Kabupaten Bogor Jawa Barat dengan prestasi yang memuaskan baik dibidang akademik maupun non akademik. Meskipun secara kecerdasan kognitif dan sosial Fakhri memiliki kemampuan yang luar biasa, namun secara emosional dan psikologis Fakhri mengalami luka cukup dalam yang menyebabkan dirinya cengeng dan kurang mampu mengontrol emosi kemarahan kepada ibunya.

Fakhri merupakan anak pertama dari pasangan guru honorer di kota metropolitan Jakarta. Dengan gaji yang tak seberapa, orang tua Fakhri dengan sangat terpaksa harus menitipkan Fakhri tinggal bersama neneknya di kampung sampai berusia 3 tahun. Disusul pada saat Fakhri berusia 6 tahun, ayah Fakhri meninggal dunia. Saat itu ibunya mengalami goncangan jiwa sehingga tanpa disadari Fakhri sering mengamati perilaku ibunya yang emosional dan sering menangis, sehingga tak jarang dia menjadi imbas kesedihan ibunya. Seiring berjalannya waktu, ibunya baru menyadari arti kehidupan hanyalah milik Allah semata dan ikhlas dengan takdir yang sudah ditentukan. Tapi… Nasi sudah menjadi bubur, perilaku ibunya itu terekam oleh otak Fakhri, sehingga membentuk pribadinya sama seperti yang ditampilkan ibunya saat itu yaitu “emosional dan cengeng”. Serangkaian peristiwa masa kecil Fakhri juga membuat dia memiliki sifat pemarah dan menyalahkan ibunya. Setiap kali Fakhri marah, ibunya sedih dan kembali timbul penyesalan yang amat dalam atas semua masa lalunya.

Mereka kini tinggal di Bogor, sudah jalan tahun ke enam dari kematian ayahnya. Perilaku Fakhri belum berubah, ia masih emosional, tidak disiplin dalam beribadah, sering bangun siang, banyak main game dan bahkan membantah ibunya dengan intonasi suara tinggi. Namun ibunya pun tidak bisa menyalahkan kondisi Fakhri. Hanya berdoa dan bertaubat setiap hari yang bisa dilakukan ibunya.

Pembiasaan positif program beasiswa cikal-Fakhri mengajarkan adiknya mengaji di rumah

Kini kondisi ibunya jauh lebih baik, bisa tenang menghadapi permasalahan dan kehidupannya pun berubah lebih baik. Fakhri suka menuntut ibunya untuk mengikuti kemauannya dan iseng membuat adiknya menangis, hal ini ia lakukan secara sengaja untuk memancing kemarahan ibunya. Sebenarnya Fakhri memiliki kelebihan dalam kecerdasan sosial dia senang membantu teman-temannya, dia pribadi yang menyenangkan terbukti memiliki banyak teman, sering berbagi makanan, menjadi Pemimpin di setiap upacara, ketua Kelas, ketua kelompok belajar,  juara 2 dalam karate, juara 1 dalam marawis, menyukai Futsal dll. Secara sosial dia baik-baik saja, tapi perilaku menyalahkan ibunya belum berubah.

Pada pertengahan bulan Desember 2019, Fakhri menerima program beasiswa cikal muamalat bersama SGI yang diselenggarakan oleh Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa bekerjasama dengan Baitulmal Muamalat. Fakhri salah satu siswa yang terseleksi dan lolos sebagai Penerima Manfaat. Selain mendapatkan bantuan SPP, Fakhri dibina secara intensif oleh guru (aktivis SGI) terutama dalam hal karakter, spiritual dan keterampilan. Guru membina Fakhri secara intensif dengan menanamkan karakter-karakter positif kepada melalui kisah teladan, konseling pribadi, ice breaking, dan pembiasaan positif. Sebagai Penerima Manfaat, Fakhri melaksanakan banyak sekali pembiasaan positif yang ia lakukan sehari hari seperti disiplin sholat wajib 5 waktu dan shalat sunah, tilawah Al-Quran, membantu orangtua, disiplin bangun pagi, belajar setiap hari, membuat karya tulis, membaca buku, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah disinilah muncul perubahan akhlak Fakhri, tiba-tiba saja dia minta maaf kepada ibunya dan meneteskan air mata. Pribadi baru Fakhri sekarang menjadi anak yang lebih tenang, bertanggung jawab, sering membantu pekerjaan ibunya, penyayang sama adiknya, membantu dan membimbing adiknya dalam melaksanakan sholat, berperan sebagai guru ketika menemani adiknya belajar. Perubahan akhlak Fakhri membuat ibunya terharu, yang tadinya sang ibu sering menangis karena sedih, sekarang sang ibu menangis karena bangga. Harapan ibunya “semoga Fakhri menjadi anak kebanggaan, pribadi yang menyenangkan, Sukses dunia dan akhirat” Aamiin… Semoga program ini tetap berlanjut menebar kebermanfaatan.

Oleh

Uum Umiati, M.Pd

Fasilitator Beasiswa Cikal SDN Pelita Atsiri Permai, Kabupaten Bogor

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY