ArtikelArtikel

Trik Agar Anak dan Orang Tua Gemar Membaca

Studi Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2018 menilai 600.000 anak berusia 15 tahun dari 79 negara. Hasil studi tersebut menunjukkan kategori kemampuan membaca Indonesia berada pada peringkat 6 dari bawah, alias peringkat 74. Kemampuan membaca hasil pengukuran PISA dari tahun 2015 ke tahun 2018 turun cukup drastis. Data tersebut menjadi PR bersama buat kita semua selaku pendidik. Pendidik disini bukan hanya guru melainkan ada orangtua dan masyarakat. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap perkembangan kepribadian anak, karena sebagian besar kehidupan anak berada di tengah-tengah keluarganya. Menurut Ki Hajar Dewantara, lingkungan keluarga meliputi cara mendidik anak, hubungan anggota keluarga, bimbingan orang tua dan suasana Rumah.

Berikut 5 trik agar anak dan orang tua gemar membaca yang disampaikan oleh guru Febri Reviani dalam siaran langsung facebook SGI agenda Ramadan Guru Nusantara pada hari ke dua ramadan (25/4):

1. Tempat yang Nyaman
Tersedianya area baca di rumah. Area ini disepakati oleh seluruh anggota keluarga, di area tersebut difasilitasi buku-buku penunjang pembelajaraan anak dan pekerjaan orang tua.

2. Kegiatan Yang Beragam
Jadikan permainan yang sering dimainkan oleh anak dan orang tua menjadi kegiatan membaca semisal main kartu remi.

3. Kontrol dan Konsisten
Untuk menjadikan budaya maka perlu adanya kontrol. Kontrol ini tidak hanya dilakukan oleh orang tua tapi anak juga berhak menjadi pengontrol orang tua. Dengan begitu anak akan terbiasa mengemban amanah.
Harus ada kesepakatan program literasi di rumah

4. Koleksi Buku Yang Menarik
Buku yang disajikan hendaknya menarik dari cover, judul dan isinya. Dan buku yang disajikan lebih bagus ketika sesuai dengan perkembangan zaman.

5. Kesepakatan Yang Asyik
Buatlah kesepakatan antara seluruh keluarga terkait jadwal kegiatan yang akan dilakukan di area baca. Lalu tentukan Penanggungjawabnya.

Menurutnya, kegiatan membaca keluarga yang paling efektif adalah di waktu pagi dan menjelang tidur, keluarga bisa memulai dengan membiasakan membaca keluarga 15 menit setiap hari.

Sumber buku keluarga bisa didapatkan dari aplikasi seperti perpusnas atau cerita cerita anak di Internet dan perpustakaan sekolah
Beberapa guru yang berkomentar di facebook memiliki rencana membuka rumah baca untuk anak anak, guru Febri menyampaikan bahwa ada tiga tahap dalam membuat rumah baca yaitu 1) siapkan koleksi buku, 2) buat jadwal kunjungan anak anak, dan 3) variasikan dengan kegiatan literasi yang menarik. Bahkan jika anda memiliki kios atau kafe bisa dilengkapi dengan pajangan buku yang menarik untuk meningkatkan minat baca para pengunjung.

Membangkitkan semangat anak untuk membaca perlu dimulai dengan stimulus dulu, jangan langsung mengatakan “Ayo anak anak kita membaca”. Stimulusnya bisa dengan permainan, misalnya permainan jejak cerita: 1) Siapkanlah potongan kartu berisi potongan cerita, 2) persilakan anak untuk mengambil potongan kartu tersebut, 3) minta lah anak untuk menyambungkan ceritanya, 4) minta anak untuk mencari buku yang mirip dengan potongan cerita tersebut, 5) ajak anak untuk membacanya untuk melengkapi rasa penasaran anak terhadap potongan potongan cerita, 6) setelah selesai membaca berikanlah pertanyaan stimulus seperti: “Tadi tokohnya siapa saja?, Hal apa yang menarik dari buku itu? “Hal apa yang tidak menarik dari buku itu?
Sementara untuk meningkatkan motivasi membaca orang tua dimulai dengan memunculkan kesadaran dengan motivasi. Mulailah dengan membaca buku-buku yang sesuai dengan kondisinya, dengan membaca bisa jadi menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh orang dewasa.

Sekolah dan guru memiliki peran yang cukup strategis untuk membangun budaya membaca di keluarga. Dimulai dengan 1) sekolah menyediakan fasilitas buku yang dapat di pinjam, 2) oangtua di ajarkan skill literasi seperti bagaimana cara membacakan cerita kepada anak, 3) orangtua diminta meminjam buku ke sekolah minimal sebulan sekali, sehingga dalam setahun harus ada sekian buku yg dibacakan orangtua di rumah.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel