ArtikelKisah Inspiratif

Telimon, Inovasi Minuman Sehat Bernutrisi karya Siswa Mts Al Firdaus

Guru Siti Rohmah,S.Pd yang merupakan Fasilitator Program Beasiswa Cikal Muamalat bersama SGI di MTs Al-Firdaus, Kab Tangerang, Banten ikut andil dalam Kolaborasi Guru Pemimpin dengan mengimplementasikan siklus pembelajaran Startup Project Leadership (SPL). Guru Siti Rohmah menerapkan siklus SPL pada pembinaan bulanan penerima manfaat sebagai upaya memberikan layanan pendidikan berkualitas di era Pandemi.

Siklus SPL yang dilakukan terdiri dari tiga tahapan yakni Inkubasi, Startup, dan Mobilisasi. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan berpegang pada 4 prinsip pembelajaran di masa depan yang ditawarkan Sekolah Guru Indonesia yakni 1) masalah nyata adalah sumber belajar yang paling pertama, 2) ekosistem pendidikan adalah ruang kelas yang paling utama, 3) belajar adalah memproduksi pengetahuan baru, 4) pembelajaran adalah kerja sama Guru dan Murid untuk sama-sama belajar serta sama-sama mengajar.

Pada tahap Inkubasi, Guru Siti Rohmah mengajak penerima manfaat berdiskusi untuk menentukan SPL yang akan dilaksanakan dengan melihat permasalahan nyata dan potensi yang ada di lingkungan. Pandemi covid 19 menjadi masalah nyata yang bisa menjadi sumber belajar bagi siswa. Menjaga imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19 menjadi sangat penting bagi setiap masyarakat. Salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan meminum ramuan herbal.

Selanjutnya guru dan penerima manfaat berdiskusi untuk mengenali potensi wirausaha yang ada di lingkungan. Penerima Manfaat menemukan banyak sekali bunga telang dan lidah buaya di lingkungan sekolah, hal ini menjadi potensi yang dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha. Setelah beberapa lama berdiskusi, akhirnya penerima manfaat bersepakat untuk membuat Telimon, minuman herbal yang berbahan dasar air dan ekstrak Bunga Telang, Lidah Buaya, dan Lemon. Bisnis ini diharapkan dapat melatih keterampilan dan menanamkan jiwa wirausaha kepada penerima manfaat dan membantu orangtua mendapatkan penghasilan tambahan.

Bunga Telang, Lidah Buaya dan Lemon memiliki khasiat meningkatkan daya ingat, mengatasi gangguan kecemasan, meringankan depresi, mengandung antioksidan, menyehatkan jantung, mengatasi gejala diabetes, melancarkan pencernaan, mengatasi gejala gerd ( mual, sendawa, nyeri ulu hati), sumber vitamin C dan Vitamin E untuk perawatan kulit.

Pada masa pandemi, belajar tidak lagi tersekat oleh bangunan kotak bernama kelas karena ekosistem pendidikan adalah ruang kelas yang paling utama. Pada tahap Startup, penerima manfaat bekerjasama membuat produk, mengemas produk dan memasarkannya.

Proses produksinya dibuat oleh penerima manfaat beasiswa cikal di rumah kepala sekolah. Proses pembuatannya pertama disiapkan bahan-bahannya seperti bunga telang, lidah buaya dan lemon serta ditambah gula putih, namun khusus untuk penderita diabetes gula yang digunakan adalah gula batu. Semua bahan proses pengolahannya dilakukan secara manual seperti lidah buaya cara pengolahannya dengan mengupas kedua sisi lidah buaya yang berduri, kupas pula bagian kulit sisanya hingga bersih kemudian potong-potong dadu selanjutnya dibersihkan dengan air mengalir sampai tidak ada lagi lendirnya setelah itu lidah buaya direbus sebentar, lidah buaya siap digunakan, untuk lemon diperas menggunakan alat sederhana yang diambil air dan butiran lemonnya, bunga telang dibersihkan kemudian direndam dengan air panas kurang lebih 1 sampai 2 jam, supaya warna air bunga telang lebih pekat. Semua bahan selesai diolah kemudian rebus gula putih sampai mendidih, setelah itu rebusan air gula masukkan ke dalam rendaman bunga telang dan masukkan pula lemonnya.

Setelah tercampur siapkan botol yang berukuran 250 ml masukkan lidah buaya kedalam botol dan masukkan air bunga telang, selesai dikemas kemudian diberi label dan telimon siap di pasarkan. Penerima manfaat memasarkan produk ke tetangga sekitar rumahnya dan dibantu oleh guru-guru untuk memasarkan ke tetangga atau kerabat, dan memasarkan dengan mengadakan bazar disekolah.

Produksi pertama dihasilkan 100 Botol telimon ukuran 250 ml yang dijual Rp. 6.000 Per botol. Produk dijual dengan Dengan modal 209.000 dan didapatkan keuntungan sebesar Rp. 391.000. Ibu Dhona Maryati, Kepala Paud Granada menyatakan testimoninya setelah membeli dan meminum produk, “Rasanya itu luar biasa, segar, sehat dan bernutrisi” ungkapnya. Sementara Ibu Mieke Erisjanti, Kepala Paud Al-Mughni mengungkapkan bahwa “Telimon ini benar-benar menyegarkan, minuman telimon ini benar-benar joss!”

Ibu Usniyah yang merupakan orang tua dari Saroh sangat bersyukur anaknya mendapatkan kesempatan belajar bagaimana cara berwirausaha dan cara mengelola usaha sendiri. Saroh sebagai penerima manfaat juga mengungkapkan bahwa  menjalankan Stratup Project Leadership bisnis Telimon merupakan pengalaman yang tak terlupakan, ia juga merasa sangat senang karena mendapatkan tambahan uang saku dari hasil penjualan telimon.

Belajar dimasa lalu hanya menerima pengetahuan, namun di masa depan belajar adalah memproduksi pengetahuan baru, apalagi di zaman millenial informasi begitu mudah untuk didapatkan dari mana saja, pengalaman untuk mengelaborasi pengetahuan bisa didapatkan siswa pada saat menjalankan SPL. Selain itu, masa kini guru bukan satu-satunya sumber belajar, tetapi guru, siswa dan orangtua bisa sama-sama belajar serta sama-sama mengajar.

Pada tahap mobilisasi, penerima manfaat dan guru merefleksikan proses pembelajaran wirausaha yang telah dilakukan. Hasil refleksi bersama dihasilkan kesepakatan untuk melanjutkan  pembuatan telimon dan pemasarannya lebih diperluas dengan mengadakan bazar yang ada di lingkungan terdekat serta memasukkan telimon ke toko-toko dan warung-warung.

Profil Guru Pemimpin

Guru Siti Rohmah, S.Pd merupakan lulusan Universitas Bandung Raya tahun 2007, dan aktivis SGI angkatan XX alumni program Sekolah Guru Indonesia  Saat ini mengajar di MTs AL-FIRDAUS,  Prov  Banten dan menjadi fasilitator beasiswa cikal muamalat bersama SGI.

Kesan menerapkan siklus SPL dalam pembelajaran, ini merupakan pengalaman pertama dimana saya harus berusaha mencari ide agar kegiatan SPL yang saya lakukan berbeda dengan yang biasanya. Banyak sekali pengalaman yang saya terima sehingga dari banyaknya pengalaman membuat saya termotivasi untuk membuat kegiatan pembelajaran berwirausaha dari hasil kebun sekolah.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel