Artikel

SGI Gelar Kelas Guru Trainer Di Tolitoli

Guru Trainer (KGT) adalah salah satu program School of Master Teacher, Sekolah Guru Indonesia yang fokus membina guru-guru agar menjadi seorang guru yang siap menyebarkan ilmunya dalam forum-forum formal keguruan guna meminimalisir rasa tidak percaya diri dan ragu-ragu berbicara di khalayak ramai.

Agenda yang diselenggarakan selama dua hari ini (Sabtu-Minggu, 7-8/7/2018) diikuti oleh 18 orang guru terpilih dari berbagai sekolah yang ada di Kecamatan Dondo,Tolitoli.Guru-guru yang sebelumnya telah dibina di Sekolah Guru Indonesia Angkatan ke-27 selama tiga bulan diberikan kesempatan untuk lebih berkembang menjadi guru trainer.

Hari pertama KGT, Trainer Sekolah Guru Indonesia, Riki Wirahmawan, S.Si., M.Pd. memberikan bekal kepada guru-guru calon trainer berupa materi yang terdiri dari Teknik mengajar dan Taktik Membangkitkan Rasa Percaya Diri. Strategi Presentasi, Berbicara dalam 3 Gelombang Otak dan Pengembangan Materi. Dalam setiap materi yang disampaikan, guru-guru calon guru trainer distimulus untuk bisa keluar dari zona dirinya dengan mengaktualisasikan diri dalam bentuk praktik trainer.

Di akhir sesi, guru-guru ini dibentuk menjadi tim ahli berdasarkan kapasitas dan kecenderungannya, ada yang masuk menjadi tim ahli manajemen kelas, penilaian otentik, modalitas belajar, RPP, Alat Peraga dan Media Pembelajaran, Display Kelas, hingga Kelas Model.

Di hari kedua, guru-guru dituntut untuk bisa mempraktikkan berbagai macam materi di hari pertama dalam bentuk presentasi per-tim. Dalam rentang waktu 10 menit masing-masing tim bergantian menyajikan materi dengan kaidah yang telah ditentukan trainer.

SIRISIRISI adalah pattern yang harus dilakukan oleh setiap tim. SI-Stimulasi, guru-guru dituntut untuk bisa membawakan apersepsi dan teknik timbul yang menarik dalam petalithan, RI-Inquiri, guru-guru mempraktikkan agar peserta mampu menggali dan mencari pengetahuannya sendiri.

SI-Aplikasi, guru-guru mengajak peserta mempresentasikan pengetahuan yang didapatnya sendiri. RI-Ekspositori, guru-guru menjelaskan lebih detail mengenai materi yang disampaikannya termasuk mereview presentasi singkat peserta, SI-Refleksi, guru-guru dilatih untuk mampu melakukan konfirmasi kompetensi yang didapat peserta. Guru-guru yang mengikuti pelatihan KGT ini mengaku sangat senang dan bangga, seperti yang disampaikan oleh Asmiati, S. Pd., salah satu guru dari SDN 2 Bambapun.

“Saya sangat senang dan bangga bisa mengikuti pelatihan KGT ini, dengan mengikutinya saya menjadi lebih percaya diri untuk menyampaikan materi di depan umum” senada dengan Asmiat, S.Pd., Andi Ahmad, S.Pd salah satu guru yang berasal dari SDN 1 Tinabogan pun mengaku rasa percaya dirinya muncul dan bangga menjadi peserta KGT ini. Awalnya kurang percaya diri tampil di depan umum, setelah ikut KGT mulai muncul rasa percaya diri, terlebih kami mau diangkat menjadi Junior Trainer SGI, satu kebanggaan yang menuntut kami harus lebih banyak belajar”.

Dalam pemaparan yang disampaikan oleh Trainer Sekolah Guru Indonesia, Riki Wirahmawan, S.Si., M.Pd. bahwa sedikitnya ada empat yang harus dimiliki oleh calon Junior Trainer SGI guna bisa menyampaikan materi dengan baik di khalayak ramai. “Empat modal yang harus dikuasai oleh guru-guru calon Junior Trainer SGI Dondo meliputi berlatih komunikasi yang efektif, Penguasaan Materi harus betul-betul matang, Metodologi dalam menyajikan materi harus mengikuti standar yang kami berika, dan Psikologi guru-guru harus berada dalam kondisi tenang saat akan menyampaikan materi, agar tenang maka perbanyaklah ibadah.

 

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel