Kisah Inspiratif

Serbuk Jahe Merah Instan, Inovasi Bisnis Siswa kelas 6 SDN 1 Limbar

Sebagai upaya memberikan layanan pendidikan berkualitas di era Pandemi, Guru Muslihah,S.Pd yang merupakan guru Kelas 6 di SDN Limbar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan ikut andil dalam Kolaborasi Guru Pemimpin dengan mengimplementasikan siklus pembelajaran Startup Project Leadership (SPL). Melalui bimbingan Guru Ikhwan Ridhani, S.Pd sebagai Team Leader, Guru Muslihah menerapkan siklus SPL pada pembelajaran kelas 6 tema 5 (Wirausaha). Kegiatan ini dilakukan oleh 10 orang siswa kelas 6 dan tentunya didukung oleh Bapak Tahir, S.Pd.I Selaku Kepala SDN Limbar dan masyarakat setempat.

Siklus SPL terdiri daru tiga tahapan yakni Inkubasi, Startup, dan Mobilisasi. Selain itu, pembelajaran yang dilakukan berpegang pada 4 prinsip pembelajaran di masa depan yang ditawarkan Sekolah Guru Indonesia yakni 1) masalah nyata adalah sumber belajar yang paling pertama, 2) ekosistem pendidikan adalah ruang kelas yang paling utama, 3) belajar adalah memproduksi pengetahuan baru, 4) pembelajaran adalah kerja sama Guru dan Murid untuk sama-sama belajar serta sama-sama mengajar.

Pada tahap Inkubasi, Guru Muslihah mengajak siswa dan orangtua berdiskusi untuk menentukan SPL yang akan dilaksanakan dengan melihat permasalahan nyata dan potensi yang ada di lingkungan. Pandemi covid 19 menjadi masalah nyata yang bisa menjadi sumber belajar bagi siswa. Menjaga imunitas tubuh di masa pandemi Covid-19 menjadi sangat penting bagi setiap masyarakat. Salah satu cara meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan meminum ramuan herbal seperti jahe. Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing lagi dengan rimpang jahe. Ekstrak jahe terutama jahe merah dipercaya masyarakat dan telah terbukti mengandung senyawa berkhasiat seperti gingerol yang berperan meningkatkan kemampuan sel untuk memperbanyak diri dan menghancurkan dinding sel virus.

Selanjutnya siswa dan orangtua juga diajak berdiskusi untuk mengenali potensi wirausaha yang ada di lingkungan.  Desa Telaga Sari memiliki kekayaan tumbuhan rimpang yang cukup melimpah. Birayang tepatnya di Desa Telaga Sari tidak jauh dari sekolah terdapat banyak UKM yang menjalankan bisnis jamu sehingga desa ini dikenal dengan “Kampung Jamu”. Belajar dari masalah nyata dan potensi yang ada di lingkungan, siswa, orangtua dan guru bersepakat untuk membuat bisnis “Jamu Sehat SDN Limbar” dengan produk serbuk jahe merah instan. Bisnis ini diharapkan dapat melatih keterampilan dan menanamkan jiwa wirausaha kepada siswa, membantu orangtua mendapatkan penghasilan tambahan, serta memajukan potensi UKM di kampung Jamu.

Selanjutnya pada tahap Startup, siswa bersama orangtua bekerjasama membuat produk, mengemas produk dan memasarkannya. Pada masa pandemi, belajar tidak lagi tersekat oleh bangunan kotak bernama kelas karena ekosistem pendidikan adalah ruang kelas yang paling utama. Siswa dan orangtua bekerjasama dalam proses pembuatan produk yang dilaksanakan di dapur Posyandu kemudian pengemasan dengan bahan kertas bungkus nasi yang dimodifikasi menjadi kemasan yang menarik dan ekonomis, setalah dikemas produk dipasarkan keliling Desa oleh siswa.

Produksi pertama dihasilkan 51 bungkus Jahe Merah Instan ukuran 30 gr yang dijual Rp 2.000 per bungkus. Produk dijual dengan Dengan modal Rp 44.000 Didapatkan keuntungan sebesar Rp.56.000. Pak Tahir selaku Kepala Sekolah sangat mengapresiasi kegiatan ini, “Tentang kegiatannya sudah bagus, tampak kerjasama semua anak dengan baik, mereka sangat kreatif, rajin, dan gigih menawarkan hasil produksi kepada masyarakat, guru dan teman temannya.  Tentang produknya sip rasanya soalnya bagitu aku minum rasanya mau menambah lagi. Buatku rasanya pas. Semoga sukses. Amin.“

Sementara Ibu Lili sebagai salah satu pembeli mengungkapkan bahwa “Rasanya enak, komposisinya pas dan yang pasti kaya akan manfaat dengan berbagai produk herbal alami yang berkhasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kegiatannya sangat bagus dan kreatif, harapannya mudah-mudahan kedepan dengan praktik pembuatan jamu ini, anak-anak bisa  terinspirasi untuk membuka peluang usaha yang bermanfaat untuk siswa maupun lingkungan sekitarnya.“

Belajar dimasa lalu hanya menerima pengetahuan, namun di masa depan belajar adalah memproduksi pengetahuan baru, apalagi di zaman millenial informasi begitu mudah untuk didapatkan dari mana saja, pengalaman untuk mengelaborasi pengetahuan bisa didapatkan siswa pada saat menjalankan SPL. Selain itu, masa kini guru bukan satu-satunya sumber belajar, tetapi guru, siswa dan orangtua bisa sama-sama belajar serta sama-sama mengajar.

Ibu Herlina selaku orangtua juga sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan pengalaman berarti bagi anak tentang arti kesehatan dan wirausaha, sementara ibu Normayani mengaku bangga punya anak bisa membuat jamu. Sementara para siswa mengaku sangat senang dan mendapatkan ilmu baru sepanjang proses Startup Project Leadership.

Pada tahap mobilisasi, guru bersama siswa dan orangtua merefleksikan proses pembelajaran wirausaha yang telah dilakukan. Hasil refleksi bersama dihasilkan kesepakatan untuk melakukan kegiatan belajar sejenis namun tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Profil Guru Pemimpin

Guru Muslihah, S.Pd merupakan lulusan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjary tahun 2013, mengajar di SDN Limbar Kab Hulu Sungai Tengah, Prov Kalimantan Selatan. kesan “Setelah menerapkan siklus SPL dalam pembelajaran saya merasa sangat senang, excited dan tertantang untuk membuat inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran dimasa pandemi, awalnya hanya duduk menghadapi gedget untuk memberi video pembelajaran serta merefleksi kegiatan pembelajaran online yang hanya diikuti sebagian kecil siswa dikarenakan fasilitas yang tidak memadai, namun dengan adanya SPL ini membuat pikiran yang bingung menjadi terbuka, memunculkan ide-ide kreatif menghidupkan kegiatan belajar untuk tak menyerah dalam keterbatasan. SPL ini juga membuka mata saya menemukan keitimewaan siswa saya yang lemah dalam menyerap pembelajaran yang biasanya disampaikan dikelas, ternyata kegitan belajar yang mengimplementasikan kegiatan langsung yang bermakna menyangkut kehidupan sehari-hari khususnya wirausaha lebih ia kuasai.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
1
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keteduhan Hati Fahri

Saya Guru Nurul, Aktivis Sekolah Guru Indonesia yang kini mengabdi di tanah Sumatera. Mendidik generasi ...

Zahra #DiRumahAja

Zahra Rapiatul Adawiyah salah satu siswa yang cukup pintar di SDN 04 Batu Balang Kecamatan ...