ArtikelKisah Inspiratif

Pelajaran Berharga Merawat Tanaman

Tak terasa program Beasiswa Cikal Muamalat bersama Sekolah Guru Indonesia-Dompet Dhuafa sudah 8 bulan berjalan di SD Inpress Bertingkat Kelapa Tiga Makassar. Sudah sewajarnya jika pembiasaan yang coba dilatihkan sudah jadi kebiasaan. Dari hasil bincang-bincang dengan beberapa orang tua siswa kami menerima informasi perkembangan perilaku siswa di rumah. Dari 16 poin pembiasaan baik harian yang diberikan sudah terdapat beberapa perilaku yang sudah dilakukan dan dibiasakan oleh penerima manfaat. Perilaku itu misalnya terbiasa membaca basmalah dan do’a sebelum melakukan sesuatu, membaca hamdalah, merapikan tempat tidur, berpakaian yang sopan dan menutup aurat, tidak membuang sampah sembarangan dan rajin membantu orang tua di rumah.

Selain itu berdasarkan informasi dari orang tua, dari kebiasaan shalat 5 waktu, anak-anak sudah terbiasa. Hanya yang lebih sulit adalah membangunkan mereka shalat subuh. Demikian juga dengan shalat dhuha, beberapa penerima manfaat masih harus diingatkan. Pembiasaan baik lainnya yang sering terlupa adalah wudhlu dan gosok gigi sebelum tidur.

Home Visit ke rumah siswa

Kebiasaan menarik yang muncul pada pembinaan bulan Juni ini adalah munculnya tanggung jawab para penerima manfaat dalam melaksanakan tugasnya, merawat tanaman dan mencatat pertumbuhannya. Bahkan ketika kami mengadakan home visit sambil penyerahan beasiswa, Kakek, Nenek dan Ibu dari Ananda Mufli begitu semangat menceritakan bagaimana mereka sekeluarga menjaga tanaman yang telah ananda tanam. Setiap bangun tidur, hal pertama yang dilakukan Ananda Mufli di pagi hari adalah mengecek tanamannya. Ia selalu khawatir sejak tanaman cabainya dimakan tikus. Berkali-kali polybag tanamannya ia pindahkan ke sudut rumah yang lebih aman. Keseruan yang lain juga dikisahkan oleh Ibu dari Ananda Khalilah. Ia menjadi begitu telaten menyiram tanaman. Ia sangat bergembira melihat tunas dari bawang merah yang ia tanam muncul dari tanah. Pernah pula ia menangis karena sedih satu tanamannya mati karena tidak sengaja terinjak oleh adiknya. Ia pun membuat aturan jika bermain tidak boleh dekat-dekat dari tanaman-tanamannya.

Para penerima manfaat membuat komitmen bersama untuk mencoba melaksanakan semua item perilaku yang ada dalam pembiasaan baik harian. Fasilitator terkadang mengadakan video call yang tidak dijadwalkan sebelumnya untuk mengingatkan Ananda akan pembiasaan baik yang perlu mereka lakukan. Semoga komitmen bersama ini bisa dilaksanakan dan Ananda semua diberi kemudahan dalam menjalankan kebaikan. Aamiin

Penulis: Guru Rawiah

Fasilitator Beasiswa Cikal Muamalat Bersama SGI-Dompet Dhuafa

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel