Peduli Korban Bencana Kebakaran, Aktivis SGI Lombok Barat Salurkan Bantuan dan Lakukan Program Trauma Healing

85
Pemberian Bantuan SGI Lombok Barat kepada Korban Bencana Kebakaran

Lombok Utara, Minggu (11/10/2020) Atas dasar rasa kemanusiaan, Aktivis Sekolah Guru Indonesia (SGI) Lombok Barat melakukan aksi peduli korban bencana kebakaran di Desa Sigar Penjalin, Kecematan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara. Kebakaran yang menyebabkan 22 Unit  rumah warga terjadi pada hari Sabtu  Malam Minggu (03/10/2020) lalu.

Julianti selaku ketua kelas SGI Master Teacher angkatan 41 sekaligus ketua panitia aksi peduli korban bencana mengaku merasa sedih ketika mengetahui bencana yang menimpa saudara-saudara di KLU. Ia bergegas mengajak para aktivis SGI Lombok Barat dan Aktivis SGI NTB secara luas untuk bergerak, ajakannya disambut baik, sehingga aktivis bahu membahu mengumpulkan donasi, sehingga terkumpul donasi berupa ATK, pakaian layak pakai dan sejumlah uang tunai.

Bantuan yang telah terkumpul diserahkan dan diterima langsung  oleh Kepala Desa Setempat untuk disalurkan ke Korban bencana kebakaran, yang disaksikan langsung oleh Kepala Dusun Lendang Lekong, Babinkantibmas, dan Babinsa setempat.

Pelaksanaan Trauma Healing oleh Aktivis SGI Lobar kepada para penyintas

Disamping memberikan bantuan fisik, aktivis SGI yang mayoritas merupakan para pendidik juga melakukan program trauma healing kepada anak-anak penyintas. Alhamdulillah kondisinya semua anak selamat dari kebakaran, dipindahkan sementara di asrama pondok darul qur’an bersama keluarga. Menurut Julianti, kondisi anak-anak terlihat masih trauma, “Mereka seperti merasa berat untuk tersenyum dan seperti kehilangan semangat menjalani hidup”.

Sesuai dengan pembagian tugas, aktivis SGI melaksanakan kegiatan trauma healing dengan membariskan anak, membuat beberapa ragam tepukan, bernyanyi, membuat permainan kereta api diiringi musik (senam maju mundur), tepuk ara zamzam dan lain lain. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan, mereka bahkan berebut untuk bisa tampil didepan aktivis SGI. Ada yang ingin bernyanyi, menghafal surat, menghafal doa dll. Terakhir pemberian semangat hidup menghadapi cobaan berat dengan sabar dan syukur oleh Guru Tatik.

Kegiatan trauma healing memberikan dampak yang cukup signifikan dalam memperbaiki mentalitas anak-anak penyintas. Harapan para aktivis, semoga pihak yang terdekat maupun pemerintah setempat untuk tetap memberikan semangat dengan kegiatan permainan kreatif seperti yang SGI lakukan sehingga akan mengurangi kesedihan saat terjadi peristiwa kebakaran tersebut.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY