ArtikelKisah Inspiratif

Lockdown di Negeri Jiran

Hal pertama yang terbersit di benakku mengenai kata “lockdown” adalah tidak bisa keluar kemanapun. Dan benar saja, sejak kerajaan Malaysia memberlakukan lockdown di seluruh state di Malaysia  per tanggal 18 Maret 2020 sampai akhir maret dan diperpanjang hingga 14 April 2020, seluruh mahasiswa yang tinggal di asrama kampus sudah tidak bisa keluar lagi dari area kampus.

Gerbang kampus ditutup. Jalanan di sekitar kampus begitu lengang dan sepi, hanya satu dua transportasi yang lalu lalang, dan bisa dipastikan mereka adalah orang-orang kampus yang memiliki keperluan penting dan atau mendesak. Transportasi pribadi maupun transportasi publik dari luar kampus pun juga tidak boleh masuk ke area kampus tanpa izin dari polis kampus. Pun juga dengan seluruh warga Malaysia, mereka tidak diperbolehkan keluar rumah tanpa keperluan yang dibenarkan. Jika melanggar, siap-siap masuk bui dan atau membayar denda. Hal yang sama juga berlaku di kampus kami. Sewaktu-waktu, petugas keselamatan melakukan razia pada mahasiswa yang masih sering keluar malam.

Bus di kampus kami juga sudah tidak beroperasi lagi. Kalau sakit dan perlu berobat bagaimana?  Jika ada mahasiswa yang sakit, bisa melapor ke fellow (pengurus asrama) dan mereka inilah  yang nantinya akan mengantar mahasiswa ke Rumah Sakit kampus. Untuk keperluan sehari-hari, untungnya di area kampus kami terdapat Mall Kampus. Tapi tidak semua toko buka, hanya beberapa warung makan dan minimarket saja yang biasa buka, dan yang biasanya buka hingga malam hari, selama lockdown, hanya dibuka hingga sore hari saja.

Sebagai mahasiswa rantau,  jauh dari keluarga tercinta, menahan rindu yang teramat dalam akan kampung halaman, ditambah lagi harus struggle dengan banyaknya deadline tugas kampus, terkadang membebani fikiran. Tapi rasa rindu pun terobati dengan semakin canggihnya teknologi saat ini. Kami masih tetap bisa berkomunikasi, bertatap muka dengan keluarga, berbagi cerita suka duka, menjadi pelipur lara kami di tanah rantau. Dan disini, aku dan teman-temanku termasuk mahasiswa yang sangat beruntung karena selama lockdown, kampus kami menyediakan free food bagi seluruh mahasiswa. Free food ini didistribusiakan di masing-masing asrama. Kami mendapatkan dua kali free food dalam sehari, untuk makan siang dan makan malam. Sedangkan untuk mahasiswa yang tinggal di asrama atau rumah yang memiliki dapur untuk memasak, mereka mendapatkan paket sembako.

Keterbatasan ruang gerak selama lockdown ini memang kadang membuat kami merasa jenuh. Tapi, banyak hal positif yang bisa kami maknai. Lockdown ini menjadi pengingat bagi kami makna dari rasa syukur dan mengambil setiap hikmah dari segala hal yang terjadi di muka bumi ini. Bersyukur karena masih diberikan kesehatan disaat para pasien covid-19 harus berjuang melawan sakit, disaat paramedis berjuang menjadi garda terdepan membantu dan mendampingi pasien-pasien Covid-19 yang jumlahnya berkali lipat dari mereka, tanpa kenal letih dan pamrih, dan disaat para relawan turun tangan bahu membahu membantu paramedis dan warga. Dengan adanya lockdown ini, kami sebagai mahasiswa bisa lebih fokus mengerjakan tugas kampus tanpa ter-distraksi dengan kegiatan luar kampus. Kami saling memberi doa dan semangat pada sesama mahasiswa, saling mengingatkan untuk selau menjaga kebersihan dan kesehatan.

Dan kamu, aku, kita semua, yang status nya saat ini adalah pelajar atau mahasiswa, yang bisa kita lakukan selama lockdown ini adalah tetap belajar dengan sungguh-sungguh. Tidak masuk sekolah bukan berarti tidak belajar di rumah. Tidak dipantau guru atau dosen, bukan berarti kita berdiam diri di rumah tanpa menambah wawasan dan pengetahuan. Apapun peran kita saat ini, selalu ada hal positif yang bisa kita lakukan untuk kemaslahatan bersama, saling bantu, saling support dan saling mengingatkan dalam hal kebaikan. Semoga wabah ini segera berlalu. Aamiin.

“Storm doesn’t last forever” (Badai pasti berlalu)

Oleh: 

Al-an Amimah, Mahasiswi Postgraduate di Universiti Utara Malaysia

Aktivis Sekolah Guru Indonesia Nusa Tenggara Barat

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel