Artikel

Launching Gerakan Literasi Hulu Sungai Utara, SGI Kerjasama dengan NAMA Foundation

Guna meningkatkan mutu pendidikan Sekolah Guru Indonesia terus berusaha melalui berbagai macam program pendidikan. Salah satu program melalui SGI Master Teacher yang berada di Hulu Sungai Utara menginisiasi Gerakan Literasi Sungai Utara. Sinergi antara Sekolah Guru Indonesia, NAMA Foundatoin dan Pemerintahan Hulu Sungai Utara berjalan sangat baik. Hal ini tercermin saat pembukaan Gerakan Cerdas Literasi yang langsung dibuka oleh Bupati Hulu Sungai Utara dengan melakukan pemukulan Gong oleh Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Wahid HK yang menandai di bukanya kegiatan Workshop dan Launching “Gerakan Leterasi Hulu Sungai Utara” yang digelar oleh Sekolah Guru Indonesia (SGI) Kabupaten Hulu Sungai Utara  di Auditorium Bappelitbang HSU hari Sabtu tanggal 22 September2018.

Acara yang dihadiri oleh Bupati HSU H.Abdul Wahid HK serta Kedatangan Mr Saleh Bazead selaku CEO NAMA Foundation, Ms. Nurul Atiqah Anwar (Head of Planing Development and Studies of Nama Foundation), Rina Fatimah (Head of Internal Affairs NICE Indonesia), Rantala Sikayo (Executive Manager Wafaa Indonesia Gemilang), Arif Rahmadi Haryono (General Manager Program Dompet Dhuafa Pendidikan), Selvy Safitri (International Partnership Dompet Dhuafa) dan Ahmad Abdul Wasiudin (Ketua Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa) dari Jakarta disambut oleh anggota SGI Kabupaten HSU dengan berbagai penampilan dan seni.

Mulai dari penyambutan tarian Hadrah, tarian, musikalisasi puisi, madihin, yel-yel sampai dengan baturai pantun dipertunjukkan kepada para tamu undangan dan peserta  workshop sehingga membuat suasana menjadi semarak.

Bupati HSU H Abdul Wahid HK saat menerima penghargaan dari Ketua Sekolah Guru Indonesia, Ahmad Abdul Wasiudin.

Bupati HSU H. Abdul Wahid HK dalam sambutannya mengatakan, menyambut baik kepada jajaran pengurus SGI dibawah naungan Dompet Dhuafa Corporate University yang bekerjasama dengan NAMA Foundation atas inisiatif melaksanakan Launching gerakan Literasi Hulu Sungai Utara dan struktur organisasi SGI Hulu Sungai Utara.

Bupati Wahid meyakini kegiatan ini memiliki makna yang penting dan strategis, karena gerakan Literasi dapat dijadikan sebagai gerakan menumbuhkan Budi pekerti siswa/guru yang bertujuan agar siswa/guru HSU mempunyai memiliki budaya membaca dan menulis sehingga tercipta pembelajaran sepanjang hayat.

“Apalagi ditambah dengan Launching struktur organisasi SGI Hulu Sungai Utara, yang kita harapkan organisasi ini berbagai kegiatan pendidikan khususnya gerakan Literasi di HSU sehingga tujuan dari gerakan ini dapat tercapai sesuai harapan.” Kata Bupati Wahid sekaligus membuka Launching Gerakan Literasi HSU

Sejak kehadiran SGI di Kabupaten HSU dalam kurun waktu Februari hingga September sudah tercatat 450 guru yang sudah mendapatkan pelatihan, bahkan kehadiran SGI di Hulu Sungai Utara juga dirasakan manfaatnya oleh guru yang datang dari Kabupaten Balangan, Tabalong dan Hulu Sungai Tengah.

Literasi dianggap menjadi salah satu upaya mendorong bangkit nya kemajuan sebuah bangsa yang terkait dengan kemampuan masyarakat dalam menyerap berbagai informasi dan menjadi lainnya lebih keritis sehingga diharapkan khususnya para pelajar menjadi lebih aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Oleh karenanya perlu diketahui bahwa Literasi, bukan hanya membaca saja, namun lebih lanjut Literasi ada 6 macam, yaitu Literasi baca tulis, Literasi Finansial, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital dan literasi budaya dan kewarganegaraan.

“Oleh sebab itu, pembiasaan budaya Literasi harus diwujudkan dengan peranan guru sebagai teladan didalamnya, tidak hanya sekedar jargon atau tulisan di dinding-dinding sekolah.” Tegas Wahid

Ia berharap keteladanan seorang guru mampu membuat para siswa nya tergugah dan termotivasi untuk lebih giat dalam berprestasi.” Pungkasnya.

Sementara itu, Mr Saleh Bazead, CEO NAMA Foundation dalam sambutannya mengaku sangat senang dapat datang dalam kesempatan ini, yang dihadiri oleh para stekholder di kabupaten Hulu Sungai Utara

Ia juga berpesan apabila kita ingin memulai usaha di segala sektor maka mulailah dari sektor pendidikan, meski Pendidikan banyak livelnya baik yang paling tinggi dari tingkat Universitas sampai yang paling dasar melalui literasi, minimal semua orang harus tahu bagaimana cara menulis dan membaca.” Pungkasnya.

Hadir dalam acara  ini  juga Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan HSU Hj. Lailatannur Raudah, Perwakilan Kepala Kantor Kemenag HSU, Perwakilan Dinas Pendidikan HSU, Peserta SGI dari beberapa kecamatan Amuntai Selatan, Amuntai Tengah, Amuntai Utara, Banjang, Sungai Pandan, Danau Panggang dan Paminggir Sungai Tabukan dan Babirik.  Serta Testimoni program Sekolah Guru Indonesia oleh H. Farid Ridjan, Kepala sekolah MI Matlaul Anwar HSU

Selanjutnya acara juga diisi dengan Pemberian plakat serta pemakaian baju rompi Oleh Dompet Dhuafa dan SGI kepada Nama Foundation dan Bupati diikuti pemberian plakat kepada Nice Indonesia, Waffa Gemilang, Kemenag, Dinas Pendidikan  dan Dinas Perpustakaan Kearsipan HSU

Sementara kegiatan workshop literasi Bincang santai Guru Asep Ihsanudin dengan Junior Trainer dan sosialisasi program SGI 2019 selanjutnya dilakukan kegiatan dikecamatan Paminggir.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in:Artikel