Ikhsan, Bocah Inspiratif yang Sempat Gegerkan Warganet dibina Aktivis SGI

103

Maulana Ikhsan, putra pasangan tuna netra yang sempat gegerkan warganet setahun silam setelah ia tertangkap kamera sedang menuntun ayahnya yang merupakan penyandang tunanetra berjualan kerupuk keliling di kawasan BTP kota Makassar.  Ikhsan dan orangtuanya sempat di undang ke acara Hitam Putih dan diwawancarai berberapa media. Kisah Ikhsan yang begitu tulus membantu orangtuanya menuai banyak pujian dari warganet.

Sebelum pandemi, sepulang sekolah dan mengaji, Ikhsan biasanya menemani ayahnya berkeliling untuk menjajakan kerupuk hingga malam. Meskipun tidak bisa bermain bersama teman-temannya sepulang sekolah, Ikhsan merasa senang menemani ayahnya berjualan. Hal ini ia lakukan tanpa di suruh, melainkan murni keinginannya sendiri untuk berbakti kepada orangtua yang telah membesarkannya, ia sendiri mengaku tidak pernah malu dengan keadaan keluarganya.

Sebetulnya dengan kekurangan fisik orangtuanya, Ikhsan kerap menjadi bulan-bulanan teman sekolahnya, namun ia tak peduli, membiarkan saja teman-temannya mengejek. Hingga akhirnya ikhsan pindah sekolah untuk menghindari ejekan teman-temannya. Syukur Alhamdulillah teman-teman Ikhsan di sekolah barunya memahami keadaan Ikhsan dan tidak sama sekali mengejek Ikhsan.

Pembinaaan Beasiswa Cikal Muamalat SGI di SDIT Al Kautsar Makassar

Di sekolah barunya Ikhsan terpilih menjadi salah satu penerima manfaat program Beasiswa Cikal Muamalat bersama Sekolah Guru Indonesia. Sebagai penerima manfaat, selain mendapatkan beasiswa untuk meringankan bayaran SPP sekolah, Ikhsan dan sembilan penerima manfaat lainnya mendapatkan pembinaan secara khusus oleh fasilitator beasiswa (Aktivis SGI Sulsel), yakni guru Apriliya. Menurutnya, Ikhsan termasuk anak yang baik hati dan aktif saat pembelajaran terkhususnya mata pelajaran PJOK dan nilainya pun selalu diatas rata-rata.

Selama menjadi penerima manfaat Ikhsan mendapatkan bimbingan perbaikan membaca Al-Quran, keterampilan menulis, ibadah harian, bimbingan karakter, dan keterampilan lain sebagainya. Siswa yang bercita-cita menjadi seorang tentara ini memang rajin dan selalu bersemangat mengikuti pembinaan yang diadakan oleh guru April, sudah tidak aneh lagi Ikhsan selalu paling cepat melaksanakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan. Ikhsan adalah sosok yang begitu berbakti kepada orangtuanya, tekun, santun, percaya diri, dan pantang menyerah.

Bagi praktisi pendidikan, dari kisah Ikhsan kita dapat mengambil pelajaran bahwa penting mengajarkan kepada anak untuk senantiasa berbakti kepada orangtua dengan segala kelebihan dan kekurangan mereka. Semoga kita dapat meneladani bakti Ikhsan kepada orangtuanya dan semangatnya dalam menuntut ilmu. Kita do’akan, semoga ananda Ikhsan menjadi anak yang shalih dan sukses meraih cita-citanya.

Apriliya Widya Astuty

SDIT Al Kautsar Makassar, Sulawesi Selatan

BAGIKAN

LEAVE A REPLY