Tips Agart Tetap Semangat Belajar dan Beribadah di Rumah

39

Dampak pandemi corona membuat semua negara yang terdampak melakukan Lockdown untuk mencegah penularan virus corona. Salah satunya negara republik Indonesia. Pemerintah Indonesia telah memberlakukan Social Distancing pada Minggu 15 Maret 2020 dengan menutup sekolah dan tempat wisata. Kemudian pada tanggal 10 April 2020 pemerintah provinsi DKI Jakarta melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) diikuti pemerintah provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur.
Social Distancing mengharuskan pelajar untuk melakukan kegiatan belajar di rumah. Belajar di rumah tidaklah mudah, metode pembelajaran daring masih sangat asing sehingga perlu penyesuaian diri dalam pelaksanaannya. Semangat belajar di rumah tidak sebesar semangat belajar di sekolah, karena saat di sekolah belajar tidak sendiri serta ada fasilitas yang mendukung untuk fokus belajar. Walaupun demikian, siswa harus mencoba menyesuaikan diri dengan keadaan agar prestasi tidak terganggu.
Pandemi ternyata tetap merebak hingga memasuki bulan ramadhan, hal ini sangatlah menyedihkan karena ibadah yang biasanya dilakukan di masjid harus dilakukan di rumah. Tapi sebenarnya tetap ada sisi positifnya, kita bisa melakukan ibadah bersama keluarga sehingga mempererat hubungan kekeluargaan.
Belajar dan ibadah di rumah terkadang membuat kita merasa jenuh untuk melakukannya. Oleh sebab itu, kita harus punya metode yang bervariasi berbeda setiap harinya agar tetap semangat belajar dan ibadah ditengah pandemi Corona ini. Salah satunya bisa dengan membuat jadwal harian sehingga belajar dan ibadah tetap dilaksanakan seperti biasanya.
Ada beberapa tips yang akan disampaikan agar tetap semangat belajar dan ibadah di rumah:
1. Menanamkan dalam diri belajar dan ibadah merupakan kewajiban bagi diri siswa. Belajar dan ibadah merupakan kewajiban bagi kita karena tanpa belajar kita tidak dapat menambah ilmu pengetahuan. Tanpa ilmu pengetahuan kita tidak bisa melakukan apa-apa.
Bisa juga dengan membuat jadwal kegiatan sehingga waktu tak terbuang sia-sia. Misalkan,‘’Hari ini aku harus selesai mengerjakan tugas fisika!’’ “Pokoknya hari ini aku harus tilawah minimal 2 juz!” “Setelah mandi sore aku wajib membantu ibu menyiapkan buka puasa”. Jadwal kegiatan bisa dibuat oleh diri sendiri sesuai dengan kegiatan kita. Namun, harus sesuai dengan kemampuan kita agar kita konsisten dan disiplin melaksanakan jadwal kegiatan tersebut.
2. Mengumpulkan tugas tepat waktu.
Sebaiknya kita tidak menunda-nunda tugas yang diberikan oleh guru agar bisa fokus ibadah puasa dengan tenang,tentram tanpa memikirkan tugas yang belum selesai. Maka kita wajib mengerjakan tugas sesuai dengan jadwal yang telah dibuat.
3. Melebihkan hafalan dari target yang diberikan sekolah.
Misalkan dari sekolah mewajibkan kita untuk hafalan setengah halaman setiap hari, maka kita harus menghafal satu halaman. Mengapa? Agar suatu saat jika kita ada halangan sehingga tidak bisa menghafal, tetapi harus setoran hari itu juga kita tetap bisa melaksanakan setoran hafalan kepada ustadz atau ustadzah.
4. Mengikuti atau mendengarkan kajian.
Jika bisa sebaiknya kita mengikuti salah satu program kajian agar kegiatan ibadah kita selama bulan Ramadhan terkontrol. Minimal kita mendengarkan kajian sehingga lebih mendalami ilmu agama, menambah keimanan kita dan tau apa yang harus kita lakukan disaat pandemi Corona ini. Bukankah lebih sebentar mendengar kajian dibanding kita bermain ponsel.
5. Membaca dan menulis.
Pada saat ini pasti banyak diantara kita yang mengalami kebosanan. Kita bisa meminimalisir kebosanan dengan membaca buku atau menulis, membaca buku dapat mengisi kebosanan kita dan sebagai ajang untuk menambah ilmu pengetahuan. Sedangkan menulis juga sangat bermanfaat bisa menambah kosaka kita,mengasah dan mempertajam kemampuan berbahasa, membuat kita lebih kreatif dan tentunya menambah wawasan serta pengetahuan kita.
6. Melakukan hal yang disukai.
Setiap orang pasti mempunyai hobi yang berbeda, ada yang suka menulis,membaca,memasak,berkebun,olahraga dan masih banyak lagi. Manfaatkanlah waktu sebaik mungkin dengan melakukan hal yang kita sukai untuk mengurangi rasa jenuh kita selama berada di rumah. Sehingga social distancing ini memberikan kesan dalam hidup kita.
Puasa bukan berarti kita tidur aja,rebahan santai atau hanya bermain ponsel saja. Tapi manfaatkanlah waktu untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, bisa dengan membaca Al-Quran, melaksanakan sholat sunah seperti sholat Dhuha,sholat Rawatib atau Qiamullayl. Bisa juga dengan menghafal Al-Quran atau murajaah bagi yang sudah mempunyai hafalan agar semakin mutqin lagi. Dan memperbanyak sedekah dengan apa yang kita miliki, sehingga semoga kita mendapatkan keberkahan bulan Ramadhan ini.
Nah, itu merupakan beberapa tips agar kita tetap semangat belajar dan beribadah dari rumah. Kalian bisa menambahkan beberapa kegiatan sehingga ibadah Ramadhan tetap terlaksana sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dan yang paling penting kita harus mematuhi aturan pemerintah untuk tetap di rumah saja.

Oleh Syaeful Bahri (Fasilitator Beasiswa Cikal Muamalat SMA IT Lukman Hakim)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY