SMT Inspirasiku

553

Sebelum saya masuk SMT (school of master teacher) metode atau cara dalam menyampaikan materi kepada siswa biasa-biasa saja atau monoton artinya media dan metode yang di pakai adalah metode lama. Awalnya saya mengenal SMT dari sekolah, kebetulan pada waktu itu ada staf dari SMT yang memberikan undangan pelatihan sehari di gedung dekpora loteng,  kebetulan pada waktu itu sebagian dari kami berminat ingin juga mengikuti pelatihan tersebut, akhirnya sampailah pada hari yang di tunggu pada hari sabtu tanggal…….

Pada waktu itu tutornya adalah Bu Febri, saya masih penasaran apa sih SMT itu? Awalnya saya menganggap SMT hanya sejenis perkuliahan yang hanya mengandalkan teori, namun di tampilan akhirnya saya berniat di dalam hati ingin bisa seperti itu, dalam pelatihan tersebut kami di ajarkan beberapa metode dalam menyampaikan materi kepada siswa.

Setelah beberapa jam berlalu akhirnya sampailah kepada penghujung acara yaitu penutup, namun sebelum di tutup kami di berikan beberapa formulir untuk mendaftarkan diri sebagai mahasiswa SMT, namun syarat-syarat yang di berikan menurut saya agak sulit harus bisa smart phone, ada email, karna pada waktu it uterus terang saja saya belum bisa menggunakan smart phone , namun saya mempunyai tekad yang kuat harus mencoba siapa tau lolos, akhirnya beberapa dari kami mengisi formulir tersebut, kami menunggu tanggal pengumuman sekitar dua minggu dengan perasaan tidak menentu di luluskan,gak ya? Tapi dalam hati ini selalu berdoa  semoga di luluskan Ya Allah! Beberapa hari kemudian pengumuman tentang kelulusan tiba, salah seorang teman kami menelfon ke Bu febri untuk mengecek apakah kami semua lulus atau hanya sebagian saja, perasaan waktu itu deg degan, teman kami itu memberitahu bahwa kita semua lulus, Alhamdulillah itu jawaban kami serentak, sebelum di terima Di SMT kami ada micro teaching, jadwal kami hari sabtu, yang lain hari minggu, walaupun sudah sering mengajar, tapi rasa deg degan itu selalu ada maklumlah yang di depan itu bukan anak-anak tapi Guru-guru yang hebat, micro teaching telah selesai kami lansung di wawancarai, setelah di wawancarai kami menunggu hasilnya ternyata kami semua lulus.

Hari pertama terasa asing bagi saya karna melihat wajah-wajah yang baru yang sebelumnya kami tidak saling mengenal, pada hari minggu ada acara wisuda angkatan dari Lombok timur dan kami pun di undang untuk menghadiri acara tersebut, Selang beberapa minggu jadwal super cam tiba, di tempat itu kami menginap di kodim sehari semalam, kegitan yang cukup melelahkan karna bisa di bilang olah raga penyiksaantapi bukan penyiksaan sih, itu istilahnya  namun hal itu membuat kami jadi disiplin waktu, itulah olahraga terberat yang pernah saya lakukan sampai-sampai kami berendam di got, kami di ajarkan baris berbaris,cara hormat dan lain-lain, yang lebih menegangkan lagi yaitu kami di ajarkan cara turun tebing setinggi kurang lebih 5 meter, saya merasa takut sekali,  tapi saya harus mencoba, untuk menghilangkan rasa takut, akhirnya saya bisa turun secara pelan-pelan dan perlahan.

Acara perkuliahan pun dimulai pada setiap hari minggu, dari awal perkuliahan terasa amat menyenangkan, minggupun berlalu begitu cepat hingga sampailah materinya tentang display, setelah di ajarkan tentang display terasa sangat melelahkan karna bagi saya itu materi yang baru saya dapatkan, walaupun sudah dua kali Diwisuda, namun materi tentang display tidak pernah di ajarkan, akhirnya sampai di rumah saya mencoba untuk membuat sendiri dengan meng akses internet tentang display dan model-model display, akhirnya saya bisa membuat walaupun tidak terlalu bagus.

Beberapa minggu kemudian, sampailah pada program SMT yang menegangkan, yaitu tentang observasi kelas, sekolah yang pertama mendapatkan jadwal observasi adalah sekolah kami, pada saat itu hati merasa tak karuan berhubung media belum di siapkan, namun saya berusaha seadanya, maklumlah jadwalnya hari senin,  di kasih jadwal hari sabtu, untung saja display telah kami buat di sekolah, yang kami persiapkan hanya RPP, media dan metode-metode yang akan di sampaikan dalam pembelajaran, terus terang, saya merasa seperti akan di observasi oleh pengawas karna terasa deg degan, perasaan tidak menentu, dalam hatipun berkata “bisa tidak saya menyampaikan materi sesuai dengan media yang di ajarkan itu, tibalah giliran saya,  kebetulan yang pertama Bu Rianawasih dan Pak Saeful Fahmi, jam kedua yang observasi adalah ibu Febry, perasaan saya pada waktu itu tegang sekali hingga mulut agak terasa kaku dalam menyampaikan materi itu adalah kritikan dari ibu Febri, tapi itu merupakan kritikan sekaligus masukan yang sangat membangun sehingga saya bisa memperbaiki pola mengajar/ metode-metode dalam menyampaikan materi.

Beberapa hari jarak observasi pertama kemudian ke proyek social, pada hari sabtu tgl 28 November 2015, itu adalah kegiatan yang sangat menyenangkan, karna bisa berbagi ilmu  yang sudah kami dapatkan di SMT kepada rekan guru yang lain, raut wajah mereka antusias sekali karna mungkin baru pertama kali mereka mendapatkan ilmu tentang display, kegiatan itupun di mulai dari jam 08:00 sampai dengan 12:30 dan Alhamdulillah berjalan dengan lancar.

Kemudian pada hari senintanggal 30 November 2015 ojadwal observasi ke dua saya,  berbeda denga  observasi pertama saya merasa ada perubahan yang cukup banyak, karna Bu laily bilang sudah bagus baik media maupun cara mengajarnya, hanya rubik penilaian yang di tambah di RPP. Saya merasa sudah jauk lebih baik dari hari-hari sebelumnya, karna terus terang saja, metode maupun media yang saya pakai lebih banyak monoton, namun sekarang saya lebih mempunyai ide-ide untuk membuat berbagai media pembelajaran, saya ucapkan beribu-ribu bahkan berjuta-juta terimakasih atas ilmu yang di salurkan kepada kami karna berkat ibu Febri dan Ibu Laily saya menjadi termotifasi sekali  untuk merubah hal-hal yang dulu tak pernah terfikirkan, namun sekarang SMT merubah pola fikir kami.

Inilah sekelumit perjalanan tentang pengalaman masuk SMT, semoga ini menjadi motivasi untuk kita semua, Aamiin. Sekian dan terimakasih

 

(Baiq Sartini)


Donasi Pendidikan
Mari bantu anak-anak Indonesia agar merdeka dari kemiskinan dan kebodohan melalui :

Yys Dompet Dhuafa Republika
Rekening BNI Syariah 2881 2881 26

Kantor:
Bumi Pengembangan Insani Jl. Raya Parung Bogor KM, 42 Ds. Jampang Kec. Kemang Kab. Bogor Jawa Barat 16310

Telp:
(0251) 8610817, 861818, 8612044