Si “Jago Merah” di Sekolah Penempatan SGI

565

NTB. Siang sekitar pukul 12.00 WITA, bangunan SDN 18 Desa Kiwu, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat hangus dilahap si jago merah. Kuat dugaan kebakaran tersebut terjadi akibat konsleting jaringan listrik yang ada di luar ruang kantor sekolah tersebut.

Dalam peristiwa tersebut dua Ruang Kegiatan Belajar (RKB) dan ruang kantor, beserta isinya hangus terbakar. Akibat kejadian tersebut, diperkirakan SDN 18 Kilo mengalami kerugian mencapai Rp 600 juta. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sekolah tersebut adalah salah satu sekolah penempatan Sekolah Guru Indonesia – Dompet Dhuafa. “Kami sangat kaget dengan kejadian yang menimpa sekolah, saya baru beberapa hari di tempatkan dan mengajar di sekolah, saya sudah mendapat musibah seperti ini” Ujar Ghina salah satu guru model SGI yang ditempatkan di Dompu.

Besarnya kerugian yang diderita sekolah tersebut, lantaran seluruh bangunan dan isinya berupa buku-buku materi pembelajaran, data sekolah dan meubeler beserta bangunan nyaris tidak ada yang tersisa.

Kepala SDN 18 Kilo, Abubakar kepada Koresponden Inti Rakyat, menceritakan kronologis kebakaran tersebut. Menurutnya, sekitar pukul 12.00 WITA dirinya beserta beberapa orang guru, meninggalkan ruang Kantor Sekolah. Sekitar pukul 12.30 WITA, beberapa warga yang tengah berada di dekat ruang kantor mendengar suara ledakan kecil.

“Kami kira letusan itu berasal dari api yang dinyalakannya di rumah warga, tiba-tiba dari atas atap gedung sekolah terlihat kobaran api yang cukup besar di atas atap ruang kantor.” jelasnya.

Akibat tiupan angin yang cukup kencang, kobaran api dengan cepat menyambar dua RKB dan menghanguskan seluruh isinya.

Tak berapa lama kemudian warga berduyun-duyun datang membantu memadamkan kobaran api dengan peralatan seadanya yakni ember dan gayung, sementara itu warga dan para siswa membantu mengamankan buku dan alat peraga yang ada di gedung perpustakaan. (Ghina/Fahar)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY