SGI Wisuda 23 Guru Yogyakarta

103

Sekolah Guru Indonesia menutup program pelatihan profesional guru selama tiga bulan  dengan melaksanakan wisuda program Jogja Master Teacher (JMT) sebagai tanda berakhirnya program. JMT merupakan program kerjasama antara Dompet Dhuafa Yogyakarta dengan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa University. Program yang telah terlaksana sejak bulan Februari  ini diikuti oleh 23 guru yang berasal dari 14 SD/MI di Gunungkidul. Setelah melewati serangkaian kegiatan seperti; stadium generale, military super camp, perkuliahan umum 6 pertemuan, kelas training, kelas mendongeng, ujian sumatif serta ujian PTK, maka setelah dinyatakan lulus para peserta berhak diwisuda.

Program Jogja Master Teacher ini bertujuan untuk menghasilkan guru yang memiliki 3 karakter yakni Pengajar, Pendidik dan pemimpin (3P). Sehingga diharapkan Guru tidak hanya handal dalam penguasaan materi tetapi juga mampu menyajikan proses pembelajaran yang bermakna melalui perencanaan yang matang, perpenerapan beragam model pembelajaran aktif, media pembelajaran yang menarik, mendesain kelas yang nyaman, melakukan penilaian yang autentik, menyelesaikan permasalahan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pserta tidak lupa mampu menjadi pemimpin dengan menjadi teladan bagi siswa-siswinya. Sehingga program ini benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh para peserta, “setelah bergabung dengan JMT saya menemukan solusi dari permasalahan yang selama ini saya alami. Ternyata pembelajaran sendiri kurang menyenangkan, sehingga siswa kurang maksimal dalam belajar. Kalau dihadapi dengan hal seperti ini biasanya saya marah ke siswa, tapi setelah di JMT saya sadar ternyata itu salah saya sebagai Guru. seharusnya saya mampu menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dengan membuat media dan menerapkan beagam modelembelajaran yang aktif. Di JMT pola pikir saya berubah” ungkap Guru Wasilah, wisudawati JMT dari MIN 6 Gunung kidul.

Wisuda dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah Al-Mujahidin mulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB. Diawali upacara wisuda yang dihadiri olahBambang Edi Prasetyo selaku Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakartasekaligus bertindak sebagai  Pembina Upacara. Dalam amantnya, Beliau berpesan bahwa  apa yang telah di dapatkan selama program JMT agar diterapkan di kelas dansekolahmasing-masing. “Ilmu tidak akan menjadi amal jika tidak dipraktikkan. Sebaik apapun pelatihan dirancang dengan tentor paling hebat sekalipun tidak akan ada artinya kalau tidak direalisasikandalam praktik belajar mengajar sehari-hari. Untuk itu, hal yangpaling penting setelah pelatihanini adalah menerapkannya supaya bola kebaikan ini terus bergulir.” Tegas Beliau dalam penutupnya beliau menambahkan bahwa  “Wisuda ini adalah awal, semoga bisa menebarkan kebermanfaatan di sekitar minimal di lingkungan sekolah.”

Wisuda JMT kali ini dihadiri oleh kepala dinas pendidikan, seluruh kepala sekolah/madrasah peserta, korwil setiap kecamatan serta keluarga dari para peserta. Hal ini merupakan wujud apresiasi kepada para peserta yang telah menyelesaikan amanahnya di perkuliahan JMT. Selaku Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan SMP bidang Pembinaan Ketenagaan, Bapak Joko Suryanto, S.Pd, M.Pd sanat mendukung dan mengapresiasi adanya program JMT, “Masih ada ribuan guru, ratusan sekolah dasar di Gunungkidul kami siap jika ada kegiatan lagi dari Dompet Dhuafa” pungkas beliau.

Selain dihadiri oleh Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, dinas pendidikan dan kerabat, Wisuda Jogja Master Teacher juga dihadiri oleh Perwakilan Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa Pusat serta Master Trainer Sekolah Guru Indonesia Guru Asep Ihsanudin sebagai Orator. Dalam orasinya Guru Asep menyampaikan materi dengan Tema “Awaken the Teacher Within”. Dalam penutupnya beliau memberikan pesan dan motivasi kepada guru-guru untuk terus menjadi guru pembelajar “Jadikan JMT sebagai langkah awal untuk terus belajar, dan mari kontribusi untuk pendidikan yang lebih baik di lingkungan kita dengan aktif belajar bahkan membuat komunitas belajar bersama 5000 guru Sekolah Guru Indonesia dan jangan sampai kebermanfaatan berhenti hanya pada diri sendiri.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY