Forum Dosen SGI Rumuskan “Guru Masa Depan”

418

Hari ini Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa (SGI) kembali mengadakan Focus Group Discussion (FGD). Istimewanya, FGD ini diikuti oleh para dosen yang sebentar lagi akan (kembali) mendidik langsung calon GURU MODEL SGI angkatan V. “Konsep Guru Masa Depan” menjadi tema yang menarik di bahas. Seperti yang kita ketahui bersama, guru merupakan salah satu faktor utama fenomena malpraktek pendidikan Indonesia.

Dosen yang hadir diantaranya Edo Lafika, Marwah Daud Ibrahim, Widya Sari (Intel Inside), Wijaya Kusumah, Agus Sampurno, Rina Fatimah, Agung Pardini, Sri Nurhidayah, dan Direktur SGI sendiri, Asep Syafaat. Dimoderatori oleh Romi Ardiansyah, Direktur Beastudy Indonesia Dompet Dhuafa, acara ini berlangsung selama 2 jam penuh. FGD dimulai dengan pemaparan “Wawasan Pendidikan Marginal” oleh Marwah Daud Ibrahim. “Di Indonesia sebenarnya tidak ada daerah marginal, karena sangat kaya akan potensi. Nah, ptensi-potensi inilah yang belum tergali, sehingga perlu dibangun “kesadaran” akan potensi-potensi ini, guru masa depan lah yang akan melakukannya”, demikian papar beliau.

Berbagai konsep “Guru Masa Depan” dipaparkan dalam FGD. Wijaya Kusumah mengatakan, guru masa depan harus mampu “menulis”, memperbaiki kerusakan sistem pendidikan dengan keteladanan, dan mampu bersabar terhadap kritikan dengan terus memperbaiki diri. Agus Sampurno menekankan pada kemampuan “Best Practice“, guru masa depan harus mampu membuat lesson plan, tidak pernah berhenti belajar, dan menguasai IT. Melalui “Best Practice” yang dilakukan, guru dapat berbagi pengalamannya di media sosial. Aksi kecil yang sangat nyata manfaatnya.

Edo Lafika menyampaikan, guru masa depan mampu melakukan “social investment“, yaitu mengajak masyarakat untuk melakukan perubahan sosial. Widya Sari memaparkan, Intel Inside selalu siap mendukung peningkatan kualitas guru dengan mendidik para guru menjadi ahli kemajuan teknologi untuk diajarkan kepada guru-guru lainnya.

Bertempat di Ruang Madya 3 Syahida Inn, FGD berlangsung hangat. Closing statement dari para dosen menguatkan bahwa, guru masa depan adalah orang-orang yang tidak pernah berhenti belajar. Sehingga tidak ketinggalan dan mampu menjawab semua permasalahan dalam pendidikan Indonesia. Tidak galau ketika sistem pendidikan kacau, mampu menjawab setiap pertanyaan siswa di hadapan, dan tidak ketinggalan ketika siswa canggih dengan kemajuan jaman. Sekolah Guru Indonesia, senantiasa siap mencetak “Guru Masa Depan”. Kepada seluruh sahabat guru Indonesia, ayo senantiasa semangat belajar, karena ditangan kita lah, masa depan bangsa ini ditentukan.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY