Satu Dekade SGI, 137 Guru Ikuti Wisuda Akbar

438

Sepuluh tahun tak terasa Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa menebarkan manfaat ke penjuru negeri. Lebih dari ribuan guru telah menerima manfaat dan meneruskan manfaat yang diterima. Bertempat di Aula Zona Madina, 27 Oktober 2019, Sekolah Guru Indonesia kembali mewisuda 137 guru yang mengikuti program SGI Master Teacher Angkatan XXXV dan XXXVII yang tersebar mulai dari wilayah Bojonggede, Parung, Cibungbulang, Depok, Tangerang Selatan dan Bekasi. Selain itu, SGI juga merayakan satu dekade SGI bersama para pendiri dan peserta yang hadir.

Kegiatan dibuka dengan doa dan dilanjutkan dengan sambutan Ketua Sekolah Guru Indonesia, Ahmad Abdul Wasiudin. Dalam sambutannya, Guru Ahmad, sapaanya, mengucapkan selamat atas akan menyampaikan bahwa hadirnya SGI bukan semata-mata hanya memberikan pelatihan untuk guru-guru, namun hadirnya SGI diharapakan mampu membentuk guru pendidik, pengajar dan pemimpin. Hadir juga, Fatchuri Rosidin, Head of Management Consultant Dompet Dhuafa Corporate University, dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan selamat lulus dan berjuang untuk para wisudawan. “Guru-guru di SGI harus bisa mengcover pendidikan karakter di negeri ini dengan menanamkan pendidikan karakter mulai di level SD” Fatchuri melanjutkan. Diakhir sambutan, beliau menyampaikan pentingnya guru-guru bisa mengajak orang tua dalam mendidik anak agar pendidikan di sekolah dan di rumah sinkron dan membentuk karakter yang berakidah dan muraqabatullah.

Hadir juga, Guru Uum sebagai Korwil SGI Jawa Barat, Awang Abdurrahman mewakili Kasi PTK SD Dinas Pendidikan Kota depok, Sandaran mewakili  Kasi PTK SMP Dinas Pendidikan Kota Depok, Ketua Yayasan Sekolah Islam Identik Tangerang Selatan, Ayep Koswara mewakili  Ketua K3S Kec. Cibungbulang, Ketua Cabang PGRI Cibungbulang dan pengawas pembina Kec. Cibungbulang dalam wisuda kali ini.

Mengenang satu dekade Sekolah Guru Indonesia, Guru Asep Sapa’at, Master Teacher Sekolah Guru Indonesia, menyampaikan beberapai pesan dalam pencapaian SGI selama satu dekade. Sebagai salah satu pendiri SGI, Guru Asep paham betul jatuh bangun SGI dalam memperjuangkan pendidikan di Indonesia, bagaimana akhirnya SGI dibentuk dan bagaimana SGI bisa menginspirasi ribuan guru di Indonesia. “Ruh menjadi guru tidak dapat diwariskan namun guru bisa memberikan warisan terbaik, pertama ilmu yang bermanfaat dan keteladanan” kata Guru Asep diakhir sambutan. Harapan Guru Asep untuk guru-guru SGI mampu menjadi pemimpin yang konsisten memberikan keteladanan.

Setiap wisuda Sekolah Guru Indonesia, ada satu momen sakral yang dinanti-nanti, momen yang membuat siapa saja meneteskan air mata, penganugerahan guru terbaik dalam program SGI, Jamilah Sampara Award. Jamilah Sampara adalah seorang guru yang ditugaskan SGI mengabdi di pelosok Banten dan syahid diakhir pengabdian. Mengenang perjuangannya, SGI mengabadikan nama Jamilah Sampara sebagai pahlawan perjuangan guru dalam pengabdian dan pendidikan.

Wisuda ditutup dengan ikrar wisudawan yang menggema di Aula Zona Madina Dompet Dhuafa. Ikrar yang terpati didalam setiap hati guru SGI bahwa pengabdian untuk bangsa dan negeri tidak boleh berhenti, perjuangan mendidik generasi masa depan yang harus ditekadkan kuat sekali, serta menjadi guru pemimpin yang menyebarkan nilai-nilai terbaik dari SGI.

Selamat berdedikasi, SGI Bangga dengan mu !

 

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY