Pengembangan Kurikulum SGI

496

Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Itu adalah suatu gambaran yang terdapat dalam Al-Quran, dimana perubahan sosial bisa terjadi dalam masyarakat salah satu faktor yang menentukan adalah masyarakat itu sendiri. Dan untuk menciptakan perubahan yang sosial yang ada dalam masyarakat adalah dengan pendidikan.

Sekolah Guru Indonesia melalui FGD (focus Group Discussion) yang diselenggarakan pada hari Jum’at (19/04) untuk merumuskan pengembangan kurikulum SGI dan persiapan roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan V. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan rumusan yang tepat untuk kurikulum SGI. “SGI harus menemukan jati diri, dalam kegiatan ini SGI harus menemukan jati diri sendiri” ujar Agung.

SGI yang memiliki misi mengimplementasikan prinsip Learning Organization dalam produktivitas kerja. SGI dalam kegiatan FGD ini berusaha untuk memperbaiki diri. Perubahan mendasar kurikulum SGI adalah jadwal pembinaan mahasiswa yang sebelumnya diadakan selama 6 bulan menjadi 4 bulan. “Setelah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap alur proses SGI, kami merumuskan proses pembinaan hanya selama 4 bulan saja” Ujar Cici.

Perubahan lain yaitu berkaitan tentang materi pembelajaran pada perkuliahan. “Selain itu (perubahan waktu – red) perubahan lain yaitu berkaitan tentang materi pembelajaran selama perkuliahan” Ujar cici. Harapannya di tahun 2013 ini, SGI sudah siap untuk menyambut mahasiswa baru SGI Angkatan V.

Kegiatan ini juga membahas hasil evaluasi roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan IV. Dari hasil evaluasi tersebut Tim SGI merumuskan konsep roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan V. Proses seleksi merupakan aktivitas untuk menyaring lulusan fresh graduate PTN/PTS Se-Indonesia untuk menjadi mahasiswa Sekolah Guru Indonesia. Seleksi calon mahasiswa dilakukan setiap tahun dengan melibatkan mitra-mitra SGI terdiri lembaga amil zakat daerah tingkat provinsi dan Dompet Dhuafa cabang daerah.

Di tahun 2012, SGI telah meluluskan tiga angkatan. Angkatan pertama, SGI melahirkan 37 guru model, sembilan puluh persennya telah berkiprah sebagai guru dan trainer. Angkatan kedua, SGI melahirkan 30 guru model, delapan puluh persen dari 20 guru yang telah ditempatkan memilih untuk tetap berkiprah di dunia pendidikan. Angkatan ketiga, SGI melahirkan 32 guru model yang saat ini tengah menjadi di sekolah-sekolah dhuafa di daerah – daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Itu adalah suatu gambaran yang terdapat dalam Al-Quran, dimana perubahan sosial bisa terjadi dalam masyarakat salah satu faktor yang menentukan adalah masyarakat itu sendiri. Dan untuk menciptakan perubahan yang sosial yang ada dalam masyarakat adalah dengan pendidikan.

Sekolah Guru Indonesia melalui FGD (focus Group Discussion) yang diselenggarakan pada hari Jum’at (19/04) untuk merumuskan pengembangan kurikulum SGI dan persiapan roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan V. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan rumusan yang tepat untuk kurikulum SGI. “SGI harus menemukan jati diri, dalam kegiatan ini SGI harus menemukan jati diri sendiri” ujar Agung.

SGI yang memiliki misi mengimplementasikan prinsip Learning Organization dalam produktivitas kerja. SGI dalam kegiatan FGD ini berusaha untuk memperbaiki diri. Perubahan mendasar kurikulum SGI adalah jadwal pembinaan mahasiswa yang sebelumnya diadakan selama 6 bulan menjadi 4 bulan. “Setelah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap alur proses SGI, kami merumuskan proses pembinaan hanya selama 4 bulan saja” Ujar Cici.

Perubahan lain yaitu berkaitan tentang materi pembelajaran pada perkuliahan. “Selain itu (perubahan waktu – red) perubahan lain yaitu berkaitan tentang materi pembelajaran selama perkuliahan” Ujar cici. Harapannya di tahun 2013 ini, SGI sudah siap untuk menyambut mahasiswa baru SGI Angkatan V.

Kegiatan ini juga membahas hasil evaluasi roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan IV. Dari hasil evaluasi tersebut Tim SGI merumuskan konsep roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan V. Proses seleksi merupakan aktivitas untuk menyaring lulusan fresh graduate PTN/PTS Se-Indonesia untuk menjadi mahasiswa Sekolah Guru Indonesia. Seleksi calon mahasiswa dilakukan setiap tahun dengan melibatkan mitra-mitra SGI terdiri lembaga amil zakat daerah tingkat provinsi dan Dompet Dhuafa cabang daerah.

Di tahun 2012, SGI telah meluluskan tiga angkatan. Angkatan pertama, SGI melahirkan 37 guru model, sembilan puluh persennya telah berkiprah sebagai guru dan trainer. Angkatan kedua, SGI melahirkan 30 guru model, delapan puluh persen dari 20 guru yang telah ditempatkan memilih untuk tetap berkiprah di dunia pendidikan. Angkatan ketiga, SGI melahirkan 32 guru model yang saat ini tengah menjadi di sekolah-sekolah dhuafa di daerah – daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Itu adalah suatu gambaran yang terdapat dalam Al-Quran, dimana perubahan sosial bisa terjadi dalam masyarakat salah satu faktor yang menentukan adalah masyarakat itu sendiri. Dan untuk menciptakan perubahan yang sosial yang ada dalam masyarakat adalah dengan pendidikan.

Sekolah Guru Indonesia melalui FGD (focus Group Discussion) yang diselenggarakan pada hari Jum’at (19/04) untuk merumuskan pengembangan kurikulum SGI dan persiapan roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan V. Kegiatan ini bertujuan untuk mendiskusikan rumusan yang tepat untuk kurikulum SGI. “SGI harus menemukan jati diri, dalam kegiatan ini SGI harus menemukan jati diri sendiri” ujar Agung.

SGI yang memiliki misi mengimplementasikan prinsip Learning Organization dalam produktivitas kerja. SGI dalam kegiatan FGD ini berusaha untuk memperbaiki diri. Perubahan mendasar kurikulum SGI adalah jadwal pembinaan mahasiswa yang sebelumnya diadakan selama 6 bulan menjadi 4 bulan. “Setelah melakukan evaluasi dan penilaian terhadap alur proses SGI, kami merumuskan proses pembinaan hanya selama 4 bulan saja” Ujar Cici.

Perubahan lain yaitu berkaitan tentang materi pembelajaran pada perkuliahan. “Selain itu (perubahan waktu – red) perubahan lain yaitu berkaitan tentang materi pembelajaran selama perkuliahan” Ujar cici. Harapannya di tahun 2013 ini, SGI sudah siap untuk menyambut mahasiswa baru SGI Angkatan V.

Kegiatan ini juga membahas hasil evaluasi roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan IV. Dari hasil evaluasi tersebut Tim SGI merumuskan konsep roadshow dan rekuitmen SGI Angkatan V. Proses seleksi merupakan aktivitas untuk menyaring lulusan fresh graduate PTN/PTS Se-Indonesia untuk menjadi mahasiswa Sekolah Guru Indonesia. Seleksi calon mahasiswa dilakukan setiap tahun dengan melibatkan mitra-mitra SGI terdiri lembaga amil zakat daerah tingkat provinsi dan Dompet Dhuafa cabang daerah.

Di tahun 2012, SGI telah meluluskan tiga angkatan. Angkatan pertama, SGI melahirkan 37 guru model, sembilan puluh persennya telah berkiprah sebagai guru dan trainer. Angkatan kedua, SGI melahirkan 30 guru model, delapan puluh persen dari 20 guru yang telah ditempatkan memilih untuk tetap berkiprah di dunia pendidikan. Angkatan ketiga, SGI melahirkan 32 guru model yang saat ini tengah menjadi di sekolah-sekolah dhuafa di daerah – daerah tertinggal, terdepan, dan terluar Indonesia.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY