“Pengalaman Pertama” Rasanya Dag Dig Dug

808

Hari ini, tepat pukul 15.00, bu Nana teman kuliahku di SMT menjemputku di rumah. Kami bersama-sama ke lokasi proyek sosial. Lokasi proyek sosial kami adalah SDN 3 Penujak Kecamatan Praya Barat. Sore itu, kami melakukan persiapan untuk esok paginya. Sebelumnya, saya sudah janjian dengan Tutiq sang Bendahara Proyek. Kami bertemu di Grand Hero untuk membeli perlengkapan. Sesampainya di Gran Hero, saya dan Nana malah bertemu dengan Mbak Heni. Mbak Heni adalah salah satu teman di SMT juga, tapiiiiii dia beda kelompok dengan kami.

Tujuannya ke Grand Hero juga sama dengan kami. Yup…. Membeli perlengkapan untuk proyek sosial. Maklumlah, Grand Hero ini adalah toko terlengkap di Praya yang menyediakan alat tulis. Masalah murah sih pastinya. Tapi ada juga kok barang yang mahal. Hehehe….. kami lewatin barang yang mahal.

Kembali ke Mbak Heni dan kami. Sebelum masuk Grand Hero, yang namanya ibu-ibu kalau ketemu sama ibu-ibu lainnya pasti heboh hehehe. Curhat dan cerita sana-sini sampai 10 menit berlalu. Akhirnya Mbak Heni meninggalkan kami, berangkat ke medan pertempuran, sebut saja begitu. Saya dan Nana pun masuk ke Grand Hero, di dalam sudah ada Tutik bersama teman OPS nya sedang berbincang-bincang.

Seperti biasa, namanya ibu-ibu ketemu ya langsung cium pipi kanan cium pipi kiri. Saya, Nana, dan Tutik mencari barang yeng di perlukan. Mmmmmm,,,,,, stock kertas manila putih ternyata sudah habis. Terakhir tadi Mbak Heni yang borong, akhirnya kami sepakat belinya di tempat lain. Khusus kertas manila putih aja sih.

Berangkatnya kami ke medan pertempuran. Sesampainya di sana, ternyata dan ternyata hanya ada Bang Usman. Yah.. memang sih janjiannya pukul 16.00, tapi kami sampainya pukul 15.45. Yang empunya sekolah aja belum datang. Kami pun menunggu. Nunggunya masih di atas motor pula. Dari pada menunggu saja, saya pun mengajak Tutik Si Bendaha membeli kertas manila, karna tepat di depan SDN 3 Penujak ada tempat photo cofyan. Sampai di tempat photo cofyan, Alhamdulillah kertas manila putihnya ada, kami pun membeli 5 lembar. Berhubung keluarnya ngelewatin kulkas, yang namanya tenggorokan sedang kering, ya sekalian aja kita beli minuman botolan, gak boleh sebut merk, hahaha…. Takut dikira iklan.

Saya dan Tutiq kembali ke SDN 3 Penujak, ternyata Bang Usman dan Nana sudah berada di ruangan yang akan kita gunakan besok. Saya bertanya-tanya dalam hati, “Ini ruangan gimana cara bukanya?” Belum sempat mengutarakan pertanyaan dalam hati, dari belakang muncul Bu Mirda yang empunya sekolah. Jadi terjawab sudah pertanyaan saya J.

Kami berlimapun mulai menata ruangan soalnya anggota yang lain belum datang. Sambil menata ruangan kami berbincang-bincang. Anehnya ada saja masalah yang jadi bahan pembicaraan. Setelah sekian lama kami kuliah bersama. Baru kali ini terasa hebohnya dan benar-benar heboh. Untung saja ada kegiatan proyek social ini. Jadi kami bias menjadi lebih dekat. Jam menunjukkan pukul 16.15, Bu Sar dan Bu Saitun datang juga. Mereka langsung membantu. Bu Saitun adalah guru yang paling pendiam diantara kami semua. Tapi lucunya, saat digangu sama Bang Usman, pasti semua anggota pada ketawa. Sekarang sudah pukul 16.45, Saya dan Nana belum menunaikan ibadah shalat Ashar. Ampun ya Allah… soalnya tadi kami berangkat dari rumah belum azhan. Kami pun pergi ke mushalla milik keluarga terkaya di desa Penujak, katanya Bu Mirda sih begitu J. Selesai shalat Ashar, Kami pun kembali membantu teman yang lain menata ruangan. Akhirnya, pukul 17. 35 selesailah penataan ruangan kami. Meski ada cek-cok sedikit, maklumlah banyak kepala banyak idenya. Yang ini maunya begini, yang itu maunya begitu. Ikh… ikh… ikh…

Kami semua berpamitan. Seperti tugas dari ketua kelompok, sebelum pulang, tugas saya dan Nana adalah meminjam kamera digital di MIN Leneng Praya. Selain pinjam kamera, bu Nana juga mengambil taplak meja untuk dipakai di acara proyek besok. Maklum tadi taplak meja jadi bahan perdebatan, siapa yang mau nyediain. He he he….

Nana pun mengantar saya pulang ke rumah, tapi bukan rumah saya melainkan rumah teman yang berada di BTN Kalisade, karena suami saya ada di sana. Terima kasih ya Bu Nana. Maaf merepotkan J.

___________________________________________________________________

Sebagai pemateri tugas saya membuat contoh latar display absen sebagai praktik pertama untuk para peserta training. Tapi, malamnya listrik mati. Ada rasa jengkel terhadap PLN. Mmmm… mau bagaimana lagi, memang sudah giliran untuk wilayah praya. Terpaksa saya mengungsi ke rumah mertua. Maklumlah di rumah mertua ada genset, jadi saya diantar suami ke sana. Ampuuuuuuuuuuuunnn dah barang bawaan banyak, belum laptop belum kertas manila, Koran bekas, semua diboyong. Belum lagi alat tempur yang selalu dan wajib di bawa. Hehehe.. namanya juga ngungsi.

Sesampainya di rumah mertua, gak taunya masih gelap. Nah lo,, gansetnya kenapa ya? Masalah besar ni kalau gak ada listrik. Bisa-bisa nangis darah. Lebay kuadrat. Ternyata gansetnya bermasalah. Untung suamiku montir J bisa mengatasi masalah tanpa masalah, kayak semboyannya pegadaian. Pinjam dulu ya.

Horeeee… senangnya, listrik nyala khusus di rumah mertua karna pakai ganset J. Akhirnya bisa selesein tugas juga dibantuin ma adik ipar dan juga anak pondok cewek dua orang Latar display plus judulnya jadi dah. Sudah ada latarnya juga lo. Berhubung besok praktiknya membuat absen, saya menyuruh anak pondok yang ngebantuin saya membuat stik name nya. Hehehe,, Harus dicontohin dulu katanya. “Ambil korannya, guting-gunting, kemudian gulung-gulung, trus kasi lem deh dibagian ujungnya” Kata ku. Mereka pun mengerti. Bukannya membuat 10 gulungan mereka malah membuat 15 gulungan. Hehehe… terima kasih adek-adek.

Tugas saya adalah membuat pola gambar dan nama. Setelah 10 pola untuk absen unik selesai, langkah selanjutnya adalah diberi warna. Berhubung stik name sudah jadi, yang bantu warnain dilanjutkan oleh anak pondok J. Pukul 22.00 listrik menyala untuk semua wilayah Praya tentunya. Untuk beberapa saat, listrik di rumah mertua mati total, kan cok yang terpasang di ganset harus dicabut dulu.

Lanjut ke kami ya….. Sebagai hadiahnya, saya mengajarkan mereka cara membuat bunga mawar dari Koran bekas. Ternyata mereka suka. Alhamdulillah. Tugas pun selesai. Jam sudah menunjukkan pukul 22.40, ternyata sudah tengah malam. Tidak terasa, saya pun berbenah sambil menunggu dijemput suami. Maklumlah tadi suami Cuma nganterin aja trus pergi deh ke rumah temannya. Nunggunya sampai 20 menit. Ikh ikh ikh… bakalan perang dunia ini. Padahal rumah temanya deket dari rumah mertua. Saya telephone sampai 3 kali gak dijawab-jawab. Mau nangis rasanya. Soalnya nunggunya di luar gerbang mana barang bawaan berat lagi.

Panggilan masuk dari suami, sampai lupa ucapin salam, langsung ngomel.”Kelamanya, dah 10 menit adek tunggu, barang berat lagi niki, Ge dimana jak? Kata ku menjawab pakai bahasa campur aduk, kayak gado-gado. “Niki mau nyampe rumah Bapak. Keluar ayo, tunggu depan gerbang.” Kata suamiku. Saya semakin ngomel dan berkata, “Dari tadi adek tunggu depan gerbang, mana sepi lagi. Cepetan ajak! Akhirnya suami datang juga. Aku langsung pasang wajah cemberut.

Langsung naik ke motor tanpa berkata apa-apa. Motor pun melaju. Sampai juga di rumah dengan selamat. Sebelum membuka pintu, “Sini Abang bawain tasnya.” Kata suami. Mulanya mau lanjut marah tapi karna suaranya yang lembut, marahnya dipangkas J.

Karena tadi saya dan suami mengungsi ke rumah bapak ba’da shalat Maghrib, sebelum tidur saya shalat Isha dulu. Jam sudah menunjukkan pukul 23.15. Saya dan suami bersiap untuk tidur. Niatnya mau tidur cepat, tapi sampai jam 02.00 belum bisa tidur juga. Suami dah lelap. Saya malah masih kepikiran buat penyampaian materi training besok. Hick hick… menangis di dalam hati.

Akhirnya bias tidur juga. Namanya orang tidur pastinya gak sadar. Jadi, gak tau dah jam berapa.

___________________________________________________________________

Azan subuh berkumandang, kepala masih berat karena semalam tidurnya terlambat. Saya paksakan diri untuk bangun walau sedikit pusing. Seperti biasa, saya mematikan alarm Hp terlebih dahulu kemudian bangkit menuju kamar mandi untuk mandi dan mengambil air whudu. Tidak seperti biasa, mulanya untuk keseharian saya mandinya setelah selesai membuat sarapan. Berhubung hari ini adalah hari kegiatan proyek dan harus kumpul jam 06.30. Jadi, kegiatan rutinitas hariannya di ubah dulu.

Setelah selesai shalat, suami ku dengan sigap keluar beli nasi bungkus untuk sarapan. Maaf ya suamiku, istrimu ini selalu merepotkan. Hehee…

Belum juga selesai sarapan, Bu Nana sudah datang menjemput. Teman yang satu ini memang selalu on time. Salut dah buat bu Nana. Nanti saya kasi tepuk keren ya J.

Saya sengaja meminta Bu Nana ke rumah, soalnya gak ada mobil pakai bawa jajan kotak ke lokasi. Berhubung bu Nana motornya matic jadinya bisa di taruh di depan.

Kami pun berngkat, saya bersama suami dan tentunya bu Nana Sendiri. Maklum jomblo (Maaf ya Na, peace!). Sesampainya di tempat pesan jajan, kami masih harus menunggu kakak yang tukang mesenin kemarin, telat deh telah. Sudahjam 07.00 baru sampai di lokasi training.

Alhamdulillah, ternyata semua anggota sudah hadir dan semua perlengkapan sudah tertata rapi sesuai tempatnya. Lega rasanya. Untunglah saya bekerja sama dengan kalian teman-teman. Tolong-menolong, saling membantu, dan mengesampingkan ego benar-benar terlihat.

Belum saja jam 07.30 tapi pesera sudah 7 orang yang datang, benar-benar antusias sekali. Alhamduillah. Ada juga yang datang jam 07.00. benar-benar bersyukur. Sambil menunggu para peserta datang dan registrasi. Kami masih melalukan persiapan dadakan, maklum lah ada saja bagian yang terlupa. Di meja registrasi, bu Mirda, bu Tutik, dan Bu Saitun bertugas menyambut peserta training dan meminta mereka mengisi absen. Bang Usman dan Ustad Badri Masih mengecek sound system dan mendiskusikan pembukaan acara. Bu Nana dan Bu Ana sedang asyik mempersiapkan kamera masing-masing. Bu Sartini sedang menjawab pertanyaan peserta yang sudah masuk ke ruangan. Saya sendiri mondar-mandir kiri-kanan liat laptop. Dalam hati saya berkata semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, semoga nanti saya tidak gugup. Mohon bantu kami Ya Allah. Kalimat-kalimat itu selalu saya ulang berkali-kali di dalam hati.

Jam sudah menunjukkan pikul 07.30, Peserta sudah banyak yang datang. Alhamdulillah. Sambil menunggu waktu pembukaan, saya menyempatkan diri bersenda gurau dengan Bu Sartini, Bu Ana, dan Nana sebernanya gugup tapi apa mau dikata, harus bisa harus bisa.

Bang Usman sedang asyik mengecek sound system, Pak Badri ikut membantu. Akhirnya, tepat pukul 08.00, pembukaan pun di mulai dengan kata sambutan dari Kepala Gugus 02 Praya Barat. Maaf ya Pak, saya lupa namanya J. Selanjutnya pembacaan ayat suci Al-Quran oleh Pak Badri. Kemudian Pengenalan peserta oleh Bang Usman. Untuk selanjutnya tibalah giliran penyampaian materi “Display Kelas”. Jantung semakin berdegup kencang. Ya Allah…. Saya benar-benar gugup, padahal ini bukan untuk pertama kalinya saya tampil di depan orang banyak. Tapi, entah kenapa, selalu saja saya merasa gugup setiap akan mulai berbicara.

Akhirnya, saya memulai dengan mengucapakan salam dan dijawab antusias oleh peserta. Slide pun dinyalakan. Di layar sudah tampak slide judul training pendidikan kami. Tapi sebelum lanjut ke materi saya mengajak peserta untuk melakukan senam kesegaran otak. Awalnya peserta ragu-ragu untuk maju ke depan mejanya. Untung Ketua Gugus paling heboh. Jadi semua peserta ngikut deh. Lega rasanya. Semua ikut dengan semangat. Senam pun usai. Peserta kembali ke tempat duduk masing masing.

Materi saya mulai dengan praktik membuat display absen. Seperti halnya ilmu yang saya dapatkan saat kuliah, seperti itu pula saya menyampaikan kepada peserta training saat ini. Teman-teman membantu membagikan kertas, krayon, stick name, lem fox, dan doble tip. semua peserta tampak antusias. Senangnya hati ku. Entah kapan, rasa gugup itu tiba-tiba hilang.

Selesai membuat absen, kami lanjut kemateri berikutnya. Peserta mendengarkan dengan baik, tidak ada yang terlihat ngobrol. Waktu break pun tiba. Akhirnya dapat istirahat juga. Snack pun di bagikan. Sambil break, Bang Usman memutarkan video lucu tipe-tipe guru. Peserta ikut menonton dan tertawa. Selanjutnya, bang Usman memutar video lainnya.

Waktu break pun berakir. Kami lanjut ke materi membuat pola untuk display pembelajaran. Ternya peserta kreatif-kreatif. Sangat mengejutkan. Sebenarnya semua sudah bisa membuat pola, hanya saja mungkin di rumah tidak ada waktu untuk membuat display alasannya sih macam-macam. Tapi tidak ada salahnya kan berbagi ilmu.

Selesai membuat pola, saya meminta para peserta untuk mewarnainya, membuat kalimat afirmasi kemudian menuliskannya pada pola yang tlah di buat. Seperti biasa sebelumnya kami selalu memberikan contoh.

Saya meminta Bu Sartini membantu saya menempel latar untuk display Dinding Karya. Setelai itu, peserta yang sudah selesai membuat kalimat afirmasinya pada pola diminta menempelkan hasil pada latar display. Semua selesai. Jadi deh Dinding Karya hasil karya peserta training.

Kegiatan selanjutnya, peserta di bagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok diberikan perlengkapan untuk tugas selanjutnya yaitu membuat satu buah display pembelajaran dan satu buah display afirmasi. Teman-teman membantu saya berkeliling mengawasi dan membantu menjawab pertanyaan peserta yang belum mengerti tugas-tugasnya.

Smbil berkeliling, bu Ana dan Nana yang bertugas mendokumentasikan kegiatan mulai beraksi kembali. Lucunya, Nana menghampiri saya memberikan kamera. Saya jadi terbengong-bengong. Ternyata Nana mau difoto juga, katanya dari tadi dia gak kebagian masuk kamera. Hahay… Nana … Nana… ada-adanya. Temanku yang satu ini memang lucu ma manjanya ampun dah. Maklumlah dulu, saya kakak kelasnya waktu SD. Jadi kenal lah, gak canggung.

___________________________________________________________________

Waktunya presentasi hasil display. Yang pertama kali maju adalah kelompok 2. Mereka membuat display pembelajaran “Pohon Kehidupan” isinya tentang Rukun Islam. Afirmasinya mereka membuat kebun motivasi. J sebernanya salah konsep, tapi kreatif kok hasilnya. Seperti kata Memey, “Saya suka, Saya suka.” Taukan yang di Upin Ipin. Tapi untuk display pembelajaranya dibuat hanya pokoknya saja, gak ada penjelasan materinya. Maaf ya kelompok satu. Koment saya diterima kan. J

Selanjutnya giliran kelompok 3. membuat display pembelajaran “Siklus Air”, lucunya di dalam gambar ada Spongebob dan kawan-kawan. Nah di kelompok ini ni, yang ada guru terkreatifnya. Asli cocoknya jadi guru seni rupa, soalnya hampir keseluruhan latar di buat oleh si Bapak Kreatif. Tapi, tulisannya yang dibuat terlalu kecil-kecil, jadi kalau digunakan untuk menjelaskan kepada siswa, kasian yang duduk di belakang gak bias keliatan.

Untuk display afirmasinya kelompok 3 membuat afirmasi tentang hari guru. Giliran kelompok satu mempresentasikan hasil display pembelajaran mereka. Displaynya diberi judul “Alat Transportasi”. Pada display di temple alat-alat transportasi. Entah dapat gambar dari mana, tapi memang bagus, Cuma kurang banyak dan tidak ada namanya. Setiap tempat hanya punya satu contoh alat transportasi. Untuk display afirmasi sudah bagus tinggal di tambah hiasannya saja, biar tambah menarik.

Terakhir giliran kelompok 4. Kelompok ini anggotanya ibu-ibu semua. Kerjanya lama dan yang penting jadi. Maaf ya ibu-ibu. Tapi saya suka semangat kalian. Display pembelajaran yang buat adalah “Hewan Pemakan Tumbuhan”, salahnya warna dengan tulisan saling tumbuk. Pola yang di gunakan daun. Namun akan semakin bagus jika menggunakan gambar hewannya dan namanya. Namanya juga buru-buru ya ibu-ibu. Semangat…. Selanjutnya inshaa Allah lebih baikkan. J

Untuk display Afirmasi kelompok 4 sudah bagus. Ada yang lucu pada gambar hiasannya, saya kira itu gambar babi, gak taunya gambar kucing. Maaf sekali lagi ya ibu-ibu. Saya salah terka.

Presentasi hasil karya pun berakhir. Selanjutnya saya menutup materi dengan ucapan terima kasih ke pada peserta karena sudah sangat-sangat antusias ikut berpartisifasi dalam kegiatan training ini.

Kegiatan selanjutnya adalah pembagian door prize yang dipimpin oleh Bang Usman. Pertama untuk yang teraktif di peroleh peserta dari SDN 2 Penujak bernama Pak Antok dari kelompok 2. Kedua untuk yang terkreatif. Nah yang dapat, itu tu gak salah lagi si Bapak dari kelompok 3 yang gambarnya spongeBob dkk. Selanjutnya Terimajinatif… saya lupa siapa yang dapat. Ke empat terceat datangnya yaitu Ibu Dewi.. hahaha Bang Usman ada ada aja buat door prizenya. Yang terakhir paling bikin heboh ruangan, yaitu Tertawad’du.. Nah loo ini artinya apa, semua pada bengong dan ketawa. Hadiah jatuh Pada Bapak Haji dari SDN Mentokok.

Selesai pembagian door prize, selanjutnya pembacaan doa oleh Pak Haji Tertawad’du J, selanjutnya penutupan oleh Ketua Gugus dan Bang Usman. Kemudian foto bersama, terakhir sebelum pulang pembagian nasi. Sebelum itu saya minta teman-teman mengambil kembali pelengkapan yang tersisa di meja peserta. Tapi ternyata tak ada satu pun krayon yang tertinggal. Semua di bawa pulang beserta dengan krayon pribadi saya. Oh My God… Padahal tadi sebelumnya sudah saya umumkan untuk meninggalkan semua perlengkapan di atas meja masing-masing. Usut punya usut, ternyata ini kerjaan bu Mirda yang ngasi bawa pulang. Ampuuuuuuuuuunnn dah, teman ku yang satu ini gak kordinasi dulu sama kita main kasi aja. Nasi sudah menjadi bubur. Apalah daya rayon sudah lenyap, marah dah gak ada gunanya. Yang penting kegiatan berjalan dengan lancar.

___________________________________________________________________

Cerita masih berlanjut, namun tangan sudah tak kuasa untuk melanjutkan. Cukup sampai di sini ya ceritanya. Assalamualaikum J

BAGIKAN

LEAVE A REPLY