My Angel in Heaven n My Hero

582

Usiaku menginjak 16 tahun, tepat pada saat itu aku duduk di bangku aliyah di salah satu pondok pesantren ternama di Lombok Barat NTB, yaitu Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat. Masa kecilku yang penuh kebahagiaan, kegembiraan bersama ayah bunda dan dua (2) adik laki-lakiku, canda tawa dan kasih sayang yang selalu tercurahkan n slalu diberikan pada kami dari ayah dan bunda  dan tak lupa nenek kami tercinta.

Namun semua kebahagiaan, kegembiraan, canda tawa dan kasih sayang itu sirna seketika bagaikan kilat menyambar di atas gelapnya langit yang pada awalnya biru yang begitu indah. Setelah semalam mimpi buruk yang aku lewati di tempat istirahat bersama kawan-kawan seperjuanganku di asrama, pagi harinya sosok laki-laki bersorban putih menjemputku di asrama, ya dialah puk tuan H. Rifai (Keluargaku). Terselip di benakku ad apa gerangan? Ap yang terjadi pada bundaku? Kenapa hatiku berdebar sekencang ini tuhan ? akupun bertanya pada kakek, “ kenapa kakek menjemputku, kenapa bukan ayah yang jemput? Kakekpun menjawab Ayahmu g sempat karena menjaga bunda yang melahirkan adikmu di rumah sakit “ mendengar ucapan kakek hatiku sedikit tenang dalam perjalanan. Namun tak setenang yang aku duga, hatiku kembali memikirkan bunda, merindukan bunda.

Dan pada akhirnya aku dan kakek tiba dekat rumah, namun apa yang aku lihat saat itu bagaikan teriris sembilu, bagaimana tidak? Aku melihat tenda biru di pemakaman karena rumahku dekat dengan pemakaman mukim namun yang lebih membuat hatiku pilu dan dan tak berdaya setelah kakek memintaku turun di depan rumah dan tanpa  aku sadari, hancur, remuk jiwaku rasa. Diantara kerumunan orang-orang yang mengunjungi rumahku karena saat itu bukan berkunjung untuk kebahagiaan namun berkunjung tuk terakhir kalinya untuk bundaku. Sejenak aku tak sadarkan diri depan pintu rumahku, belum sempat aku temui bunda di dalam. Bisikan ditelingaku membuatku hancur tanpa ada harapan sedikitpun “ sabar nak bundamu pergi ke syurga, bundamu berada di tempat yang indah bersama adikmu nak, kamu anak yang kuat n tegar seperti bundamu, kami yakin itu. Lihatlah ayah, nenek dan adiki-adikmu nak, kamu masih punya mereka dan mera mengharapkanmu nak “. Sejenak aku terbangun dari alam tak sadarku menatap wajah ayah, nenek dan adik-adikku.

Dan tak ku sadari air mataku tumpah tiada hentinya, teriakanku yang membuatku pilu di samping tubuh yang terbujur  kaku lemah,, yaaa menatap jasad bunda , mencium dan memeluk jasad bunda tuk terakhir kalinya, aku tak kuasa tuhan , apa aku bisa hidup tanpa pelukan, kasih sayang dari bidadariku ini ? apa aku sanggup jalani kehidupan yang keras ini tanpa belaian dan pangkuan dari bundaku tuhan? Hanya kata itu yang terucap dari bibirku saat itu. Sampai tiba saatnya jasad bunda di masukkan ke tempat peristirahatan terakhirnya. Hancur, pilu, remuk jiwaku namun melihat adik-adikku, teman-teman, ustaz dan ustazahahku di asrama yang berkenan hadir pada hari itu membuatku sedikit kuat dan bisa menerima kepergian bunda .

Masa putih-abu ku jalani tanpa kehadiran sosok bidadari dan malaikat hidupku membuat semangat belajarku menurun, kehidupanku tak secerah dan seindah dulu, tawa dan senyumku tak sama lagi semenjak bidadari dan malaikat itu jauh dari kehidupanku. Hanya baying-bayang semu dan mimpi yang mempertemukanku dengannya. hadiah terakhir yang aku terima yaitu sebuah handphone gemgam , hadiah dari kelulusanku di mts pondok pesantren nurul hakim Kediri dan pesan terakhir dalm sebuah surat anakku sayang belajarla yang rajin untuk masa depanmu, untuk hidupmu dan perjuangkan adik-adikmu nantinya, jadilah panutan dan semangat untuk adik-adikmu sayang. Bunda sayang kamu nak ovi .

Usiaku kini 19 tahun dan kini aku duduk disalah satu  universitas di Lombok NTB. Namun begitu berat amanah yang kau berikan padaku bunda, dan aku tak bisa dan belum bisa memenuhi semua itu sampai saat ini, kehidupan yang aku jalani begitu kerasnya tanpa dirimu disisiku, baru menginjak 2 semester ujian tak hentinya sampai di situ, dan akhirnya apa yang aku takutkan terjadi “ ayahku menikah dengan seorang gadis namun setahun berjalan tak ada sedikitpun kebahagiaan yang pernah aku dan adik-adikku rasakan. Bahkan hatiku semakin hancur karena adikku putus sekolah sampai kelas 2 SMA, alasannya cukup membuatku menumpahan akhir mata, betapa tidak ? adikku berkata “ aku merasa lelah, g kuat menjalani kehidupan di asrama ppondok pesantren tempt aku dulu menuntut ilmu. Melihat teman-temanku dikunjungi orangtuanya sedangkan aku sendiri tanpa kehadiran siapaun disampingku kakak, lebih baik aku cari kerja dari pada batin tersiksa di penjara suci ini kakak “. Tak hentinya air mataku tumpah dan membasahi pipiku sambil membawa adikku ke dalam pelukanku.

Setelah kejadian itu ayah baru menyadari kelakuan ibu tiriku yang tidak pernah memperhatikan kami seperti ucapannya sediakala semenjak ijab Kabul . dan saat itu juga ayahku bercerai dengan ibu tiriku. Entah dari mana datangnya angin sejuk itu, namun itulah yang kami sekeluarga rasakan terlebih nenekku dan aku.

Semenjak bunda pergi, hidupku lebih banyak bersama nenek, semasa kecil, SD,SMP,SMA bahkan di bangku perkuliahanpun nenek slalu memberiku semangat, tak lupa sahabatku tersayang sri muliati dan teman kelasku, teman kosku ( jurusan pendidikan bahasa arab angkatan 2009 di IAIN Mataram) dan sosok  pujaan hati yang pernah bersamaku(zaky), kaulah yang selalu memberikan semangat dan motivasi untuk selalu tegar menghadapi kerasnya kehidupan yang aku jalani dan aku selalu bisa tersenyum karena kalian, takkan pernah ku lupakan senyuman indah yang pernah kalian berikan untukku dimasa-masa sulit dan mudahnya kehidupan yang aku jalani.

Alhamdulillah tepatnya tahun 2013 aku menyelesaikan kuliahku, berkat doa, semangat dan dukungan dari keluarga, adik-adikku, sahabat-sahabatku ta lupa nenekku tersayang. Semuanya karenamu .. terimakasih yang tak terhingga dariku nek, semoga allah,swt senantiasa memberikan kesehatan untukmu dan aku bisa selalu bisa melihat wajahmu nek. Amin allahumma amin

Kini kehidupan baru telah aku jalani bersama adik-adikku, nenek dan ibu tiri baruku setelah ayah bercerai dari ibu tiri pertamaku. Dan Alhamdulillah wasyukurillah segala puji dan syukurku padamu ya rabby, kau hadirkan wanita pendamping ayah yang jauh lebih baik dari ibu tiri kami yang pertama dan yang lebih bisa memperhatikan adik-adikku walaupun tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan sosok bunda di hati kami.

Dan tepatnya di hari ulang tahunku yang ke 23 nenek memberikan sebuah kado istimewa untukku mencari pekerjaan “ sebuah motor “. Dan Alhamdulillah tepat tahun ajaran baru aku mendapat pekerjaan di salah satu sekolah MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI LENENG PRAYA,  yang tadinya aku mengabdi di saah satu PAUD bibikku di dekat rumah dan Alhamdulillah aku bisa masuk di sebuah sekolah yang bisa dibilang sekolah ternama di praya. Niat dan tujuanku hanya untuk membantu ayah, nenek dan  adik-dikku memenuhi kebutuhan hidup kami nantinya.

Seiring berjalannya waktu, seperti sebuah pepatah “ sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit “, dan Alhamdulillah sedikit demi sedikit aku mendapatkan panggilan privat ngaji 2 orang di tempat yang berbeda dan privat bahasa arab oleh kepala sekolah SMK Praya. Setelah menerima panggilan itu, saat itu juga aku mengatur jadwal privat setelah pulang sekolah dari MIN LENENG pukul 13.00 dari hari senin – sabtu sore. Dan setelah semuanya aku anggap bisa berjalan, semenjak itu juga hari-hariku lebih banyak di luar bersama teman baru dan keluarga baru yang aku temukan, selepas pulang sekolah dari MIN LENENG kuluangkan waktuku ke rumah bertemu keluarga dan pada pukul 14.00 aku kembali berjalan di atas teriknya matahari dan derasnya hujan.

Namun semua itu tak kuhiraukan sedikitpun ,setelah melihat sexuman gadis2 mungil yang slalu bisa membuat sexumku terpancar setiap harinya, itu semua karena kalian peserta didik yang udah aku anggap adik-adikku sendiri, terlebih aku memiliki keluarga baru setelah masuk di SGI- SMT Lombok tengah, mengenal kalian dan berada di antara kalian adalah suatu kesyukuranku padanya , karena mengenal kalian aku bisa lebih memahami arti kebersamaan bahkan arti dari sebuah tanggung jawab. Tak terlupakan dosen2 kami tercinta mbk febri dan mbk laili terimaksih sudah memberikan kami ilmunya, semangatnya kepada kami semua bapak-ibu guru hebat. Love u all.

 

Setiap langkahku yang tebayang  hanyalah sosok wajah bidadari yang tak bisa aku dekap lagi dan adiki-adikku yang selalu menjadi semangat dalam langkahku mencari nafkah. Semua yang aku lakukan saat ini belum bisa membalas semua yang pernah kau lakukan padaku dan adik-adikku bunda, begitupun engkau pahlawanku. Semua tidak ada nilainya disbanding kesabaran dan kasih sayang yang nenek berikan padaku dan adik-adik. Pesan seseorang yang selalu aku ingat jangan pernah menyerah hadapi kehidupan yang keras ini, jalani dan bersabarlah, laa tahzan innallah maanaWe will miis you moom, we will always love n miss you my hero

 

Lagu ini untukmu bunda

( u’are my angel moom)

Cipt: EXIST- untuk mu ibu

Oh ibuu.. ….

Kau disiram bayu wangi, kehilangan terasa kini

dan kesepian dan aku bagai purnama gerhana,

di malam lautan kering tiada tempatku layarkan,

hasratku ini, masih belum sempat kubuktikannya padamu,

ibuku tersayang kucurahkan rasa hati, kutatapi potretmu berulang kali kurenungkan kalimah yang diberi

(reff)Tuhan yang esa,,,,

ampuni dosa ibu tempatkan mereka diantara kekasih-kekasihmu

oooh ibuu kau kekasih sejati kutaburkan doa untukmu ibu,

ampunilah dosaku sejakku dilahirkan hingga akhir hayatmu,,,

disaat ini kuteruskan hidup tanpa bersamamu ibu,,,,

Kembali ke reff,,,,,,,

Ooooh ibuuuuu,,,,, kini aku hilang tempat mengadu

Oooh ibuuu,, Damailah engkau disana,  kutaburi doa mewangi hanya dari anakmu.. ibuuuuuuuuuuuuuuuuu

Dear my angel….

Bunda semoga kau tenang di alam sana, semoga allah swt memberikan tempat yang paing indah untukmu bersama para bidadari di surganya. Untuk alm. Adik ardiansyah temani bunda sayang bersama para bidadari surga di sana. Tak hentinya bibir ini dan tak pernah sekalipun kami lupakan hadiah sepucuk surah alfatihan dan ayat-ayat suci alqur’an untukmu bunda. Amin alllahumma amin

For my hero…

Terimakasih, jazakallahu khoiran katsiran yang tak hentinya kuntukmu nenekku sayang, doa terbaik selalu ku ucapkan padanya, semoga engkau selalu dalam lindungan dan rahmah dan kasih sayangnya untukmu …semoga rizkinya dimudahkan selalu dan aku bisa selalu melihat wajahmu nek,, maff jika aku belum bisa membahagiakanmu . aku akan selalu berusaha untuk bisa membahagiakanmu , dengan cara apapun itu.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY