Menjemput Pahala di Ujung Desa

65

Ramadan selalu menjadi bulan paling dinanti umat muslim di seluruh belahan dunia. Banyak keberkahan bakal diraih di bulan ini. Pahala seolah tiada henti bagi mereka rajin beribadah dan mengamalkan kebaikan.

Di dalam negeri, bulan Ramadan juga dirayakan semua orang, bukan hanya umat muslim. Tidak sedikit masyarakat non muslim ikut ambil bagian meriahkan bulan penuh berkah ini. Mulai dari kegiatan sosial hingga melakoni bisnis musiman seperti berjualan takjil atau busana muslim.

Sudah sewajarnya Ramadan di Tanah Air diisi berbagai kegiatan positif dan penuh kedamaian. Apalagi bulan suci ini seluruh umat muslim harus menahan dari pelbagai godaan dan hawa nafsu.

Banyak kegiatan menarik dan inspiratif dilakukan masyarakat Indonesia selama bulan Ramadan. Salah satu aktivis SGI yang menginspirasi adalah Guru Ahmadi Hidayat. Seperti tak pernah kehabisan energi dan semangat untuk berbagi, guru Ahmadi kerap melakukan berbagai kegiatan positif selama bulan ramadan di luar kesibukannya mengajar jarak jauh. Mulai dari aktif di organisasi keguruan, membina penerima manfaat beasiswa cikal muamalat-SGI dan berbagi sembako kepada warga sekitar. Saking inginnya berbagi kebermanfaatan di bulan suci, ia memutar otak untuk berfikir “Apa lagi yang bisa saya lakukan?”.

Berbekal sebagai Relawan salah satu Lembaga Amal zakat Daerah yang menyalurkan berbagai macam bantuan diantaranya, beasiswa pendidikan, zakat fitrah, zakat mal, dan mengembangkan usaha kecil masyarakat serta bantuan sosila lainnya. Guru Ahmadi dan temannya akhirnya mendatangi lembaga tersebut untuk menawarkan diri apa yang bisa mereka salurkan. Setumpuk pakaian layak pakai yang berada di pojok ruangan menjadi perhatiannya, ya pakaian layak pakai yang memang belum disalurkan oleh lembaga.

Desa Duman, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat yang berada di ujung menjadi destinasi penyaluran pakaian layak pakai dengan pertimbangan desa tersebut cukup jauh dan belum tersentuh oleh bantuan sejak bencana gempa Lombok tahun 2019 silam. Sebelum disalurkan, pakaian layak pakai itu sortir waktu sehari untuk menyortirnya. Alhamdulillah dibantu istri dan anak selesai juga pensortirannya. Rabu, 13 Mei 2020 sekitar jam 10:30 memulai perjalanan menuju daerah bantuan di Dusun Duman Lingsar Lombok Barat, dengan menyusuri jalan beraspal yang panas ditemani kendaraan dakwah kesayangan dengan berpeluh peluh berpanas panasan terbantu juga dengan sejuknya pemandangan  desa nan asri.

Jalanan yang terjal menuju lokasi tidak menurunkan semangat untuk berbagi. Alhamdulillah nyampai juga, haus dan dahaga jangan dikira, godaan syahwat dari rimbunnya buah kelapa hijau nan segar di pekarangan rumah papuk gawah (sasak: Nenek lembah) kami menyebutnya membuat kami tergoda. Dengan sedikit bantuan Alhamdulillah ucapan papuk gawah yang sepuh keluar dari suara seraknya karena beliau sedang mengalami sakit.

Mereka juga berpesan agar bantuan ini juga di salurkan ke tetangga terdekat yang membutuhkan. Tak lupa papuk gawah mengucapkan terima kasih kepada guru ahmadi atas bantuannya dan bersyukur kepada Allah atas bantuan yang diterimanya. Mereka pun berpamitan untuk undur diri dan menyampaikan mudah mudahan pada kesempatan selanjutnya ada bantuan dalam bentuk lain Insya Allah.

 

 

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY