SGI Road to Jogja, Menginspirasi Para Penerus Bangsa

492

Sekolah Guru Indonesia kembali beraksi. Talk show pendidikan bertema “Ancaman Malpraktek Pendidikan di Indonesia, Menuju Pendidikan Berkarakter” digelar pagi ini. Di ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY, road show open recruitment kali ini juga menghadirkan Reza Indragiri yang menilik permasalahan malpraktek pendidikan Indonesia dari sisi kriminalitas dan psikologis. Asep Sapa’at, Direktur Sekolah Guru Indonesia, membahas malpraktek pendidikan dari sisi character building. Dilegkapi dengan hadirnya Siska Dewi Hayuningtyas, alumni Sekolah Guru Indonesia asli Jogja, yang baru pulang dari penempatan di Buton, Sulawesi Tenggara, berbagi pengalaman  malpraktek pendidikan Indonesia yang nyata dihadapinya di pelosok negeri.

Uniknya, dalam road show kali ini kebanyakan peserta yang hadir bukan berasal dari universitas kependidikan. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian para pemuda jogja dan sekitarnya terhadap masalah pendidikan cukup tinggi. Tidak dipungkiri, dalam sesi diskusi, berbagai wacana yang keluar dari peserta cukup membuat kagum. Beberapa dari peserta, dengan ketulusan dan kapasitas yang ada, berbagi pengalaman membuat program atau gerakan mengajar diwilayah tempat tinggalnya. Mereka muda, bersemangat, dan tulus berbagi ilmu dengan sesama. “Saya ucapkan selamat kepada anda, mungkin anda tidak punya jabatan apa-apa saat ini, tetapi anda adalah seorang negarawan”, lugas Asep Sapa’at menyatakan kekagumannya. Tidak ketinggalan, Reza Indragiri pun bersepakat, di tengah budaya hedonisme dikalangan pemuda Indonesia saat ini, para peserta telah menjadi pemikir-pemikir solutif untuk Indonesia.

Selain sebagai ajang open recruitment Guru Model SGI angkatan V, talk show pendidikan oleh SGI bertujuan untuk menggugah dan mengajak para pemuda bangsa untuk lebih peduli pada pendidikan di Indonesia. Permasalahan utama bangsa ini adalah hilangnya karakter, bahkan jika diminta mendefinisikan, apa karakter bangsa ini sehingga dapat dijadikan acuan pendidikan berkarakter di Indonesia, belum ada yang bisa menjawab. Sekolah Guru Indonesia hanyalah sebuah upaya kecil untuk mencapai kualitas pendidikan di Indonesia.  Dalam kesimpulan, semua bersepakat untuk berhenti menyalahkan berbagai kekisruhan yang terjadi dengan pendidikan Indonesia. Semua bersepakat untuk menjadi solusi malpraktek pendidikan di Indonesia mulai dari diri sendiri, dengan menjadi pemuda yang berkarakter.

Sekolah Guru Indonesia sangat mendukung adanya program atau gerakan serupa SGI. Karena SGI meyakini, sekecil apapun bentuknya, perbaikan dari pribadi-pribadi pemuda bangsa ini akan dapat menghasilkan bangsa yang berkarakter. SGI tentu sangat beruntung jika dapat menjadi pemacunya. Sebagaimana yang diungkapkan seorang peserta yag jauh-jauh datang dari UNS: “Saya mendapatkan banyak dari acara ini. Pertama, inspirasi cita-cita saya menjadi guru, agar tidak menjadi guru yang biasa, tetapi paham benar kenapa ingin menjadi guru dan untuk apa. Kedua, melalui diskusi tadi saya jadi semakin melek dengan kondisi pendidikan Indoneisa. Ketiga, niat saya semakin kuat untuk berkontribusi bagi perbaikan bangsa dan tahu bagaimana caranya menjadi solusi, dimulai dari diri sendiri.”

BAGIKAN

LEAVE A REPLY