“Guru Unggul, Sekolah Hebat” ala Finlandia

2864

Oleh: In Amullah, S.Si
(Team Leader Sekolah Guru Indonesia (SGI) – Halmahera Utara)

Siapa yang tak kenal dengan Finlandia? Negara kecil asal Nokia ini terkenal dengan julukan negara dengan ‘pendidikan terbaik dunia’. Finlandia telah berhasil mereformasi sistem pendidikannya dari yang dulunya tak dikenal dan tidak efisien kini menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam hal pendidikannya. Selain itu, Finlandia juga dikenal sebagai negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi. Apa alasannya dan mengapa Finlandia bisa meraih gelar tersebut? Kita semua tahu bahwa pendidikan adalah elemen penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Berkaca dari Finlandia, kita bisa belajar dan menimba ilmu tentang kemajuan negara tersebut yang berawal dari pendidikannya. Salah satu faktor yang menjadi fokus perbaikan pendidikan di Finlandia adalah ‘program pendidikan guru’nya. Mengapa guru?

Guru adalah profesi paling bergengsi dan paling kompetitif di Finlandia. Guru menjadi profesi nomor satu bagi kalangan orang-orang muda Finlandia. Menurut Pasi Sahlberg, Ph.D (Pakar Pendidikan Finlandia dan Internasional) orang-orang Finlandia memandang guru sebagai profesi prestisius dan mulia, sejajar dengan dokter, pengacara dan ekonom. Hal tersebut lebih karena sebab-sebab moral dari pada kepentingan dan imbalan materi atau karir. Lalu, apa yang membuat “menjadi guru” sebagai pekerjaan top bagi mereka? Pasi Sahlberg dalam bukunya yang berjudul “Finnish Lessons: Mengajar Lebih Sedikit, Belajar Lebih Banyak ala Finlandia” mengemukakan tiga alasan. Pertama dan yang paling penting adalah tempat guru bekerja memungkinkan mereka memenuhi misi moral mereka. Kedua, pendidikan guru yang kompetitif dan menantang (karena syarat untuk menjadi guru SD (Sekolah Dasar) saja harus bergelar master/S2). Ketiga, tingkat penghasilan bukan motivasi utama untuk guru. Pendidik Finlandia terkenal, Matti Koskenniemi menggunakan istilah “cinta pedagogis” yang juga menjadi landasan teori tindakan bagi Veera Salonen (mahasiswa pendidikan guru Universitas Helsinki) dalam mengungkapkan alasannya menjadi guru. Mengajar, barangkali lebih daripada pekerjaan lain adalah profesi yang berhasil kau jalani hanya ketika engkau berhasil memberikan hati dan kepribadianmu, ungkapnya.

Semua guru di Finlandia harus memiliki gelar master / S2. Sebagaimana kualifikasi guru yang dipersyaratkan di Finlandia adalah guru TK (sarjana/S1), guru SD (master / S2), guru Sekolah Terpadu / Peruskoulu (master / S2), guru SMP (master / S2), dan guru SMA (master / S2). Disini terlihat jelas, bahwasanya guru harus benar-benar profesional sesuai dengan bidang kemampuannya dalam menjalankan tugasnya sebagai guru. Tugas guru tidak hanya mengajar dan berhenti pada tataran S1 saja, akan tetapi menjadi guru pembelajar, dan guru riset. Menurut Ann Lieberman (Senior Scholar, Stanford University) fokus reformasi pendidikan Finlandia adalah pada program pendidikan guru. Mereka yang berprofesi sebagai guru tidak hanya terus mengajar, tetapi banyak yang melanjutkan studi, bukan untuk melepaskan profesi ini, melainkan untuk belajar lebih banyak dan berkontribusi lebih banyak kepada profesi.

Sederhananya guru-guru Finlandia adalah guru pembelajar, guru riset dan guru pemimpin. Bahkan pemimpin adalah guru. Karena kebanyakan sekolah di Finlandia, kepala sekolah adalah seorang guru berpengalaman yang sudah teruji kompetensi kepemimpinan dan kepribadiannya. Di banyak sekolah, kepala sekolah juga memegang sejumlah kelas kecil untuk ia ajar setiap minggunya. Kepemimpinan pedagogik adalah salah satu bidang kunci dalam kepemimpinan sekolah yang profesional di Finlandia. Menurut Martti Hellstrom (Kepala Sekolah di Sekolah Aurora, Kota Espoo), menjadi kepala sekolah bukan seperti menjadi adiministrator atau pelatih sebuah klub olahraga. Seorang kepala sekolah bertanggung jawab atas sebagian dari sebuah sistem sosial yang kompleks yang terus menerus berubah. Tanpa pengalaman sebagai guru, akan sangat sulit untuk berhasil memenuhi amanat pekerjaan ini.

Selain keunggulan guru, banyak faktor lain yang telah berkontribusi pada ketenaran sistem pendidikan Finlandia, seperti adanya Sekolah Terpadu 9 tahun (Peruskoulu) untuk semua anak, kurikulum modern yang berfokus pada pembelajaran, perhatian sistematis kepada siswa-siswa berkebutuhan khusus yang beragam serta otonomi lokal dan tanggung jawab bersama. Reformasi sekolah terpadu (Peruskoulu) memicu pengembangan tiga aspek tertentu dalam sistem pendidikan Finlandia, yang belakangan telah terbukti berperan penting dalam menciptakan sistem pendidikan berkinerja tinggi. Pertama, prinsip berkesempatan sama (equal opportunity principle) yaitu menerima semua siswa tanpa memandang domisili, latar belakang sosial ekonomi dan minatnya. Kedua, bimbingan karier dan konseling menjadi bagian wajib dalam kurikulum sekolah terpadu di semua sekolah. Bimbingan dan konseling ini membantu siswa dalam menentukan arah pendidikan dan masa depan mereka, seperti melanjutkan ke sekolah atas umum, melanjutkan ke sekolah kejuruan atau mencari kerja. Ketiga, Peruskoulu menuntut guru-guru untuk profesional dan kreatif dalam mengajar siswa yang kemampuannya beragam.

Biodata Penulis:
Penulis memiliki nama lengkap In Amullah, S.Si. Saat ini penulis bertugas sebagai Relawan Pendidikan Sekolah Guru Indonesia (SGI) – Dompet Dhuafa yang ditempatkan di daerah Loloda Kepulauan, Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Selain itu, penulis juga menjadi ketua tim (team leader) Sekolah Guru Indonesia – Halmahera Utara. Penulis bisa dihubungi di nomor handphone 0822 9801 4064 atau email: kang.amroelz@gmail.com

BAGIKAN

LEAVE A REPLY