Guru Impian Ku

130

Di malam hari yang gelap, aku sedang makan malam bersama keluarga ku. “Tiffany, Hanny, ayo tidur, Ini sudah malam” suruh mama ku. “Baik mama” jawab aku dan kakak ku yang bernama Hanny kompak. Aku segera ke atas karena aku mau masuk ke dalam kamar ku untuk tidur.

“Tiffany, bangun, sudah pagi, sholat subuh dulu” panggil mama ku sambil mengetuk pintu kamar ku. “Hmm… iya ma” jawab ku malas. Dengan mata ngantuk, aku terpaksa ke kamar mandi untuk wudhu. Setelah wudhu, aku sholat subuh. Setelah aku sholat, aku melihat jam ku yang terletak di dinding kamar. Ternyata masih jam 04:50. Tapi karena rumah ku jauh dari sekolah, jadi aku langsung mandi. Setelah mandi, aku langsung memakai baju, rok, dan kerudung. Setelah itu, aku ke bawah untuk sarapan. Saat aku sampai di bawah, aku sudah melihat papa dan kakak ku yang lagi sarapan. “Hai tiffany” sapa ka Hanny. “Hai Tiffany” sahut papa ku juga. “Hai Ka, hai Pa” jawab ku. “Ayo tiffany, kamu segera sarapan dan berangkat ke sekolah” suruh mama ku. “Oke ma” jawab ku singkat. Setelah sarapan, aku melihat jam. Ternyata sudah jam 05:05. Sedang kan jarak rumah ku ke sekolah 1 jam. Aku langsung  salim sama mama, mengambil tas ku, dan berangkat naik motor bersama papa dan kakak ku. “Assalamualaikum ma” itulah kata terakhir ku ke mama sebelum berangkat ke sekolah.

Sampai sekolah, aku dan kakak ku salim ke papa ku. Setelah itu, aku dan kakak ku berjalan bersama untuk masuk ke dalam sekolah. Setelah masuk, aku bertanya kepada kakak ku. “Kak, sekarang jam berapa?”tanya ku. Aku memang sengaja bertanya sama kakak ku, karena, kakak ku memakai jam di tangan nya. “06:05”jawab kakak ku singkat. Setelah itu, kami langsung berpisah, karena,kakak ku kelas enam sd, sedangkan aku kelas empat sd. Kakak ku langsung ke atas karena kelas kakak ku ada di atas. Kalau kelas ku di bawah. “Hai Tiffany” panggil Sylvi sahabat ku yang sedang duduk di bangku paling depan. Seperti nya dia sedang baca buku. Aku bilang begitu karena, aku melihat buku yang sedang di pegang sama Sylvi.“Hai juga Sylvi” jawab ku. Aku langsung menaruh tas ku di bangku sebelah Sylvi. Setelah itu, aku langsung melihat jam yang ada di dinding kelas. Sekarang sudah jam 06:10. Ternyata aku berjalan kesini butuh waktu  lima menit. Mungkin karena aku berjalan sambil ngantuk. Tapi tidak apa-apa lah, karena aku masuk jam 07:00, jadi aku dan Sylvi bisa bermain selama lima puluh menit.

Teng-Teng-Teng… bel tanda istirahat pun berbunyi. Semua anak langsung berhamburan keluar. Ada yang ke kantin untuk jajan, bermain di taman, dan masih banyak lagi. Aku dan Sylvi memilih untuk jajan di kantin. “Bu, saya pesen susu coklat dingin sama sandwich ya” kata ku kepada ibu kantin yang bernama bu Mina. “Kalau saya pesen banana split sama pizza mozarella ya”kata Sylvi kepada bu Mina. “Siap neng”jawab bu Mina. “Oh iya neng, yang punya neng Tiffany jadi 30.000 rupiah. Kalau neng Sylvi jadi 45.000 rupiah”jelas bu Mina kepada kami berdua. “Sip bu”jawab kami berdua kompak. “Nanti kita bayar setelah makanan yang kami pesen dateng ya bu”kata aku. “Iya bu”lanjut Sylvi. “Ok neng”jawab bu Mina. Sambil menunggu pesanan kami datang, kami mengobrol. “Eh Sylvi. Habis ini kita akan belajar matematika kan?”tanya ku pada Sylvi. “Iya” jawab Sylvi singkat. “Aku itu berharapkalau bu Lili pindah”kata ku. Bu Lili itu adalah guru matematika ku yang di kenal sebagai guru killer. Dan setiap bu Lili mau datang semua teman di kelas ku akan ketakutan. “Sebenar nya guru impian ku adalah guru matematika kita di ganti sama orang yang baik dan suka bercanda”cerita ku, aku mencerita kan tentang guru impian ku. “Ooh”jawab Sylvi singkat.“Neng, ini pesanan nya”kata bu Mina. “Oh iya bu. Makasih”jawab ku. “Makasih bu Mina”sambung Sylvi. Sekarang kami sudah berhenti mengobrol. Kita berdua langsung mengambil uang untuk bayar. “Ini bu Mina uang nya”kata ku kepada bu Mina. Aku menyerahkan uang 30.000 ribu rupiah. “Ini yang punya saya bu”lanjut Sylvi. Kalau Sylvi membayar 40.000 rupiah. “Makasih ya neng”jawab bu Mina. “sama-sama bu”jawab kami kompak. Kami pun langsung melahap makanan yang kami pesan. Setelah makan, kami langsung kembali ke kelas. Saat kami baru duduk, tiba-tiba, teng-teng-teng…. bel tanda istirahat selesai pun berbunyi. Sekarang kami akan belajar matematika. Semua anak jadi ketakutan. Tiba-tiba, suara ketukan kencang terdengar. Semua anak tambah ketakutan. Tapi saat orang yang di kira bu Lili itu, ternyata bukan bu Lili. Tapi itu siapa ya??? Guru itu pun memperkenal kan diri nya. “Halo anak-anak, nama saya pak Fahri. Saya yang akan menjadi guru matematika kalian, karena bu Lili pindah ke Bandung”jelas guru yang bernama pak Fahri itu. “Sekarang kita kenalan dulu yuk”ajak pak Fahri. Satu-satu anak di kelas kami berkenalan. “Hei Sylvi, seperti nya guru ini tidak killer, tapi membosankan”bisik ku kepada Sylvi. “Iya nih”balas Sylvi. “Oke. Sebagai bonus buat kalian… sekarang, kan, pelajaran matematika. Nah, kita gunakan untuk mengerjakan tes tiga menit”ujar pak Fahri. “Tuh kan! Baru masuk aja sudah ngasih tes”bisik Sylvia kepadaku.“Sudahlah”balas ku. “Kerjakan dengan teliti, ya! Baca dulu, baru dikerjakan. Oke”kata pak Fahri sambil membagikan soal. “HAH? Ini soalnya, pak?”tanya Sylvi. “Coba dibaca dulu, baru dikerjakan. Kalau tidak teliti, bisa salah, loh!”kata pak Fahri. Soal nya emang gampang bin mudah banget!Nomor satu, tulis nama kamu di kanan kertas. Nomor dua, garis bawahi nama kamu. Nomor tiga, tulis tanggal kelahiran kamu di kiri kertas. Nomor empat, jumlah angka kelahiran mu dengan angka 10. Nomor lima, kerjakan nomor satu dan dua. Aku sudah mengerjakan semuanya. Nomor lima pun sudah aku kerjakan. Kan, disuruh nya nomor satu dan dua saja. Aku sudah mengerjakan nya. Sylvi pun begitu. Dia tampak cepat dan sigap mengerjakan soal dari pak Fahri. “Yang sudah dikumpulkan, ya!”seru pak Fahri. Aku dan Sylvi segera mengumpulkan soal. “Sudah semua, ya, dikumpulkan?”Pak Fahri memeriksa satu per satu jawaban kami. “Jawaban yang benar… Kan, bapak menyuruh kalian untuk membaca soal dengan teliti! Nah, coba lihat nomor lima! Kan, di suruh mengisi nomor satu dan dua saja…, ngapain semua nya…? Makanya, baca soal yang TELITI! Hahaha…,!”tawa pak Fahri. Begitu lah pak Fahri.

Teng-Teng-Teng… bel tanda pulang berbunyi. Aku, Sylvi, dan teman-teman lain nya pun berdoa dan salim kepada bu Nana. Aku dan Sylvi ke taman untuk menunggu ayah Sylvi dan papa ku menjemput. “Wah, Tiffany! Ternyata pak Fahri itu guru yang baik dan suka bercanda, ya! Aku ingin banget semua pelajaran diajarin sama dia. Biar kita bisa ketawa terus!”celoteh Sylvi sepanjang jalan menuju taman. “Iya, ya! Aku juga kepingin banget diajarin terus sama pak Fahri”balas ku. “Ini kan guru impian kamu”kata Sylvi. “Yup”lanjut aku. Akhir nya guru impian ku terwujud.

Oleh : Syarifah Nur Azizah, SD-4 Sekolah Alam Tangerang

BAGIKAN

LEAVE A REPLY