Fajar Ingin Ayah Bangga

224

“ Pak, Fajar izin gak masuk, ibunya meninggal kemarin” seorang siswa mengampiriku saat aku baru saja sampai ke sekolah. “Innalillahi Wainnaillahi rojiun” aku terdiam. Perlahan menenangkan hati dan berjalan ke kelas. Terbayang langsung wajah Fajar yang selalu ceria dibalik perjuangannya untuk sekolah. Hari itu ibunya tercinta akhirnya pergi, ibu yang selalu ia jaga, ibu yang menjadi alasan ketika ia pulang sekolah selalu bergegas pulang atau tidak masuk sekolah. Seorang anak yang sangat berbakti kepada orang tua, selalu membanggakan ayahnya dan sangat menjaga dan menyayangi teman-temannya di sekolah. Hari itu, bersama anak-anak, kami mengunjungi rumahnya.”Bapak, ibu sudah meninggal” ia menangis memelukku. Seorang anak sebelas tahun yang harus memulai perjuangan kembali untuk hidupnya. Tapi aku selalu yakin, Fajar anak yang kuat.

Tekad yang kuat menjadi ciri khas Fajar. Beberapa hari setelah wafatnya ibu, ia kembali ke sekolah. Ada ayah yang harus ia bahagiakan dengan prestasi dan cita-citanya. Ia ingin menjadi seorang TNI, membela bangsa dan negara menjadi pilihannya. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, penghasilan yang tak pernah cukup setiap bulannya. Pinggiran Desa Bambu Kuning, Ciseeng, ia tinggal di sebuah rumah yang hanya kuat berdiri. Ditengah himpitan ekonomi, ia tak pernah mengeluh. Terkadang ia hanya duduk di kelas saat jam istirahat, tak bisa jajan seperi anak-anak yang lain. Ia memilih menabung untuk esok hari, ia tahu beban ayahnya begitu berat. Namun, Fajar adalah anak yang selalu mempunyai ide, ia membuat kolam ikan sederhana dan memelihara beberapa ekor awalnya. Perlahan, ia tak meminta lagi uang jajan, ia berjualan ikan.

Hasil ternak ikan Fajar

Program Beasiswa Cikal Muamalat yang berkerjasama dengan Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa menjadi harapan baru untuk Fajar melanjutkan sekolah. Ia bersama sembilan anak-anak yang lain terpilih sebagai penerima manfaat. Pembinaan yang dilakukan membuat ia makin bersemangat sekolah dan menggapai cita-cita. Seperti yang ia tuangkan dalam diari nya,”aku akan membuat ayah bangga, karena ia sudah berjuang setiap harinya”. Seperti yang dikatakan pepatah, kekuatan perbuatan akan mengalahkan kekuatan kata-kata.
Sebentar lagi Fajar akan lulus dari SD N Bambu Kuning Ciseeng, masih ada jenjang selanjutnya yang ia harus tempuh kedepannya. Perjuangan baru selangkah, Fajar masih terus belajar untuk menggapai cita-cita. Jadilah tangguh, jadilah teladan untuk teman-teman yang lain, fajar akan menjadi kebanggan orang tua.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY