Berani Berbagi di Kala Sempit

48

Pandemi Covid-19 saat ini telah menjadi tantangan kemanusiaan bagi hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Sifat penularannya yang cepat tidak hanya menyebabkan kondisi darurat kesehatan, kini bahkan tengah merambah ke darurat ekonomi. Jutaan pekerja terdampak Covid-19 mengalami kesulitan karena dirumahkan dan tak digaji perusahaan, terlebih lagi sektor informal yang penghasilannya hanya harian.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah terus berupaya untuk menyalurkan bantuan sosial untuk menunjang kehidupan masyarakat, namun sumber daya pemerintah saat ini masih jauh dari kata mencukupi jutaan masyarakat terdampak. Oleh karena itu, di tengah kebijakan pembatasan sosial berskala besar yang diterapkan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19, kita sebagai masyarakat juga dituntut untuk menerapkan solidaritas sosial agar bisa saling membantu melewati krisis ini.

Salah satu bentuk solidaritas sosial yang bisa dilakukan adalah dengan berbagi dengan tetangga kita. Hal tersebut mendorong saya untuk memberikan tantangan kepada para penerima manfaat beasiswa cikal muamalat SGI yakni gerakan berani berbagi dengan menyisihkan sebagian rezeki dari beasiswa cikal untuk membeli paket sembako dan memberikan kepada tetangganya yang dirasa sedang membutuhkan karena terdampak Covid-19 ini.

Dalam gerakan  berani berbagi ini setidaknya ada beberapa hikmah dan pelajaran yang bisa ditanamkan kepada para siswa. Pertama, gerakan ini diharapkan menumbuhkan kepekaan sosial para siswa. Mereka diharapkan bisa mencermati kondisi tetangga yang sedang membutuhkan bantuan karena dampak Covid-19 ini. Kedua, gerakan ini sebagai bentuk syukur para siswa atas rezeki yang diperoleh selama program beasiswa cikal ini.  Ketiga, dalam gerakan ini saya mewajibkan para siswa untuk berbelanja sendiri dengan maksud melatih kemandirian dan juga bisa membantu orang tuanya sehari-hari untuk tidak canggung berbelanja sembako.

Insya Allah kesepuluh siswa menjalani tantangan gerakan berani berbagi ini disertai niat baik dan ketulusan hati. Walau mereka juga tentu termasuk yang sedang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan sehari-hari, namun berani berbagi kepada tetangga di sekitarnya merupakan pengamalan akhlakul karimah dan juga sebagai ikhtiar meningkatkan ketaqwaan sebagaimana firman Allah SWT:

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa (QS. Ali Imron:133)

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imron:134)

Oleh

Sofiyan Hadi

(Fasilitator Beasiswa Cikal Muamalat SGI SMAN 1 Tambun Selatan)

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY