Baku Jaga, Palu ! (Tribute untuk Guru Mas’ati)

41
Torang nintau kapan tu badai datang
Torang nintau kapan musibah datang
Yang torang tahu Tuhan sayang pa torang
Basabar jo doa torang panjatkan….
Sepenggal lirik lagu Baku Jaga yang dilantunkan oleh Wakil Walikota Palu sekarang seakan terbayang duka yang dirasakan saudara kita yang sedang terkena bencana. Kita memang tidak pernah tahu musibah kapan akan datang, sampai kapan kita di dunia dan sudah sejauh mana amal kita. Kita tidak pernah tahu.
Guru ceria itu pamit menyelesaikan amanah pendidikan yang ia sedang ditempuh ke kota Palu. Anak-anak PAUD Al-Irsan, yang berada di Dampal Selatan terpaksa  harus ditinggalkannya. Teman-teman guru yang sedang bersemangat mengikuti training dari Sekolah Guru Indonesia juga harus ia tinggalkan, padahal rasanya ia sudah sangat dekat dengan yang lain. Mimpi dan cita-cita itu harus ia lanjutkan untuk masa depan anak-anak PAUD selanjutnya.
Beberapa pekan sudah ia lalui, namun senyum anak-anak PAUD Al Irsan dan semangat teman-teman guru saat training terkadang membuat ia rindu. Tekad kuat menjadi kunci baginya.
Sore itu, ketika azan mahgrib sayu-sayup berkumandang, cobaan itu datang. Semuanya panik luar biasa, tanah Palu bergoyang hebat, tak berhenti disana, air lautpun sudah mulai naik, tsunami datang. Semua orang berlari menyelamatkan diri, namun tidak semua yang akhirnya selamat. Beberapa menit  yang menegangkan itu berakhir, semuanya masih menangis.
Sebuah pesan masuk ke salah satu orang kerabat yang lalu memberi kabar ke yang lain, perjuangannya di dunia berakhir. Ia tidak ditemukan, hilang diantara reruntuhan dan genangan air yang mulai surut. Semuanya berduka, Guru Mas’ati telah menyelesaikan amanahnya. Ia pergi dengan keikhlasan hati yang ia tinggalkan ke anak-anak muridnya.
Semoga Allah selalu meridhoi perjuanganmu guru, Aamiin.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY