Aktivis SGI Dampal Selatan Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempa Palu

63

Aktivis SGI kembali bergerak, kali ini Sekolah Guru Indonesia (SGI) angkatan XXX Dampal Selatan untuk turun tangan langsung membawakan bantuan logistik untuk saudara-saudara korban bencana gempa dan tsunami Palu-Sigi-Donggala. Adapun bantuan yang disalurkan merupakan hasil dari sumbangsih siswa siswi  sekolah yang dibina oleh aktivis SGI yang sangat antusias memberikan bantuan untuk saudara-saudara yang berada di Palu-Sigi-Donggala dan juga sumbangsih pribadi dari guru-guruDampal Selatan hingga terkumpul dana kurang lebih Rp 8.000.000.

Sebelum berangkat menuju Palu, rombongan aktivis dilepas oleh Kapolsek Dampal Selatan. Perjalanan menuju Palu kami tempuh selama 24 jam melalui jalur Pantai Timur Kabupaten Parigi Moutong. Aktivis dikawal oleh rombongan Polsek Dampal Selatan dan Polres Tolitoli. Melalui jalur pantai timur, di Kabupaten Donggala banyak terlihat tenda-tenda para pengungsi korban gempa dan tsunami. Kondisi jalanan di kabupaten donggala sendiri baik-baik saja walau ada longsor dibeberapa titik.

Setiba di kota Palu, logistik di bagikan kebeberapa titik.
Keadaan kota palu sendiri sangat memprihatinkan, mulai dari bangunan yang roboh sampai banyaknya korban yang belum dievakusi di kawasan Mamboro. Pada malam hari, sebagian kota Palu sudah mulai ada penerangan, namun masih ada juga yang gelap gulita. Kelangkaan bbm juga memaksa aktivis membatasi langkah untuk berkeliling melihat kondisi kota palu dan para korban. Aktivis hanya menggunakan kendaraan seperlunya saja untuk mendrop logistik di posko-posko inti.


Perjalanan pulang kami melalui jalur Pantai Barat untuk melihat kondisi di Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala yang ‘katanya’ merupakan pusat gempa di Kabupaten Donggala. Kami melalui kecamatan ini sekitar pukul 10.00 WITA malam. Dan benar saja, kondisi di kecamatan sirenja ini juga memprihatinkan, banyak rumah yang hancur, jalananpun rusak, dan terjadi longsor pula di banyak titik yang membuat kendaraan mengantri jika berpapasan. Terkadang kami mencium bau busuk ketika melewati kecamatan sirenja. Kondisi listrik juga mati sehingga sangat gelap dan membatasi pandangan.

Banyak hal yang kami temukan, selain banyaknya mayat para korban, efek-efek penjarahan, serta rusaknya pemandangan-pemandangan yang aktivis temukan.Begitu mirisnya, nasib para korban disana, mulai dari kurangnya logistik sampai dengan kelaparan yang mulai mendera. Bantuan yang diberikan oleh aktivis menjadi  hal yang sangat berharga. Banyak hikmah dan pelajaran yang diberikan Allah kepada saat aktivis memberikan bantuan ini, semoga bencana ini cepat berlalu.

Penulis: Izzatul Silmi, Trainer SGI Angkatan 21 Penempatan Dampal Selatan, Tolitoli.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY