Akhiri Tahun 2019, SGI Rayakan ITL Fest di Makassar

145

Sebanyak 135 guru yang berasal dari 13 Provinsi di Indonesia mengikuti Indonesia Teacher Leadership Festival (ITL FEST) 2019, di Tonasa Park, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, akhir tahun 2019 dengan konsep outdoor atau camp. ITL FEST 2019 tahun menjadi spesial karena untuk pertama kalinya diadakan di luar Pulau Jawa.

Rawiah selaku Koordinator SGI Sulsel menjelaskan Indonesia Teacher Leadership Festival (ITL FEST) adalah agenda kegiatan tahunan Sekolah Guru Indonesia dan tahun ini Sulawesi Selatan menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya.

“Kami mengangkat filosofi hidup di Sulawesi Selatan sebagai tema kegiatan, yaitu Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbirik,” ujar Rawiah.

“Selain saling memanusiakan kami juga berharap kita dapat saling menebarkan
ispirasi melalui kegiatan ini,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Pengurus Pusat Sekolah Guru Indonesia dan Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Drs. H. Asri Sahrun Said sangat mengapresiasi model kegiatan ITL FEST ini yang menurutnya menyenangkan dan tidak kaku.

“Semoga seluruh peserta semangat mengikuti semua rangkaian kegiatan ITL FEST 2019 ini. Saya pribadi mengapresiasi model kegiatan seperti ini, tidak kaku sehingga para peserta lebih akrab,” ujarnya.

“Harapan saya semoga seluruh peserta dapat menerima dengan baik ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini, sehingga setelah kembali ke daerah masing-masing dapat menularkan ilmu dan inspirasinya,” tutupnya.

Pada kegiatan ini hadir pula Ketua SGI Pusat, Ahmad Abdul Wasiudin, yang memaparkan Sekolah Guru Indonesia memiliki 10 kepemimpinan guru untuk guru Indonesia sebagai kontribusi perbaikan pendidikan Indonesia.

“10 kepemiminan guru adalah nilai-nilai yang sudah dikenal dan familiar dalam dunia keguruan hanya terabaikan oleh guru. 10 kepemimpinan guru akan membuat guru lebih berdaya menjadi guru yang pendidik, pengajar dan pemimpin,” jelasnya.

Sepuluh kepemimpinan guru Indonesia dari SGI ini meliputi, teladan menegakkan ibadah, disiplin mengelola waktu, gemar membaca buku, pelopor kebersihan sekolah, aktif memberdayakan masyarakat.

Kemudian, sahabat terbaik siswa, tertib menyiapkan administrasi, kreatif membuat media, profesional dalam mengajar, dan gigih untuk meneliti.

Bidang pendidikan adalah bidang strategis yang seharusnya mendapat perhatian utama untuk kemajuan bangsa. Generasi unggul saat ini adalah modal utama untuk kelanjutan bangsa di masa yang akan datang.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY