10 Kebiasaan Positif Selama Physical Distancing

28

Sudah 2 bulan pandemik covid-19 di Indonesia berjalan, hal ini pastinya berdampak pada perubahan kebiasaan setiap orangnya. Inipun terjadi pada Guru Ika Tyas Anggraini, aktivis SGI yang sekarang sedang menjalani perannya sebagai seorang jurnalis. Aktivitas jurnalis yang harus mobile membuatnya lebih banyak bekerja dari rumah karena kondisi saat ini. Namun perubahan kondisi ini perlu dihadapi dengan menciptakan kebiasaan positif yang mampu bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan saat ini dan di masa yang akan datang. Untuk itu Guru Tyas akan membagi tips 10 kebiasaan positif yang dijalaninya selama masa pandemic ini, berikut pembiasaanya:

  1. Olahraga. Penting untuk senantiasa menjaga imunitas tubuh yaitu dengan meyisihkan waktu setiap harinya untuk melakukan olahraga.
  2. Membaca buku non fiksi. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan ide-ide baru setiap harinya.
  3. Belajar bahasa. Banyaknya waktu luang perlu dimanfaatkan untuk mempelajari hal yang menambah nilai diri.
  4. Mendengarkan podcast/radio. Melatih diri untuk menjadi pendengar yang baik dan mempelajari gaya berbicara presenter danbintang tamu.
  5. Membuat list pekanan. Waktu jadi lebih terorganizir, memiliki prioritas, dan fokus pada hal yang direncanakan.
  6. Refleksi. Melakukan evaluasi terkait dengan rencana yang telah dibuat dan melakukan perbaikan jika ada yang kurang optimal.
  7. Mengikuti kegiatan kuliah online. Ikuti kuliah online yang temanya sesuai dengan masalah yang dihadapi.
  8. Riset. Memilah dan menemukan informasi yang benar di saat terjadi banjir informasi yang menambah kekhawatiran terkait kondisi saat ini.
  9. Mengurangi media sosial. Untuk menjaga kestabilan emosi dan menghindari informasi yang kurang penting.
  10. Membuat karya. Mengagendakan untuk menulis dan membagikannya ke komunitas ternyata memberikan manfaat untuk orang lain dan menambah kapasitas diri.

Pastinya dalam menjalani kebiasaan tersebut ada kendala yang dihadapi, seperti menjaga konsistensi untuk tetap melakukan pembiasaan tersebut. Namun bagi Guru Tyas dengan motivasi awal yang kuat dan terasa manfaat dari menjalani kebiasaan ini, hal itu yang menjadikan pembiasaan ini bisa tetap konsisten dilakukan.

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY